Rantang Keramat Kapten TNI Sugeng, Saksi Bisu Kecamuk Perang Dahsyat
- Youtube
VoxPop – Menjadi seorang prajurit TNI adalah sebuah kebanggan bagi seorang pria tua, yang ternyata merupakan Purnawirawan Perwira Pertama (Pama) TNI Angkatan Darat. Ya, sosok itu adalah Kapten Kav (Purn.) Sugeng Sudibyo.
Lewat pantauan VoxPop Militer dari akun Youtube resmi Kolonel Kav Edward Sitorus, Sugeng mengisahkan bagaimana awal kariernya sebagai seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Siapa sangka, ternyata pria yang saat ini berusaia 70 tahun ini punya alasan unik mengapa ia memilih menjadi seorang prajurit TNI.
Dikatakan Sugeng, alasannya untuk menjadi seorang tentara adalah hanya karena ingin merasakan naik tank. Hal ini diutarakan Sugeng saat ia memperkenalkan diri, dan bercerita bagaimana ia menempuh pendidikan awal militer di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) Jayakarta/Jaya.
Keinginannya untuk merasakan bagaimana rasanya menaiki tank tempur TNI, ternyata menjadi kenyataan. Siapa sangka, usai mendaftar di Secata Rindam Jaya pada 1970, Sugeng pun masuk dalam satuan kendaraan tempur Batalyon Kavaleri (Yonkav) TNI Angkatan Darat
"Mohon izin, nama saya Sugeng Sudibyo. Lahir tanggal 12 bulan Juni tahun 1950. Jadi sekarang sudah umur 70 tahun. Saya masuk tentara tahun 1970 di Kodam Jaya, Jakarta, waktu itu. Saya memang cita-citanya kepingin naik tank," ujar Sugeng.
"Pas mendaftar diterima, akhirnya diterima di Batalyon Kavaleri. Terus langsung dididik di Bogor di Dodikif III/Siliwangi selama tiga bulan. Setelah tiga bulan selesai langsung diangkut ke Pusdikav Padalarang, Bandung," katanya.
Selain bercerita soal awal kariernya di dunia militer, Sugeng ternyata pernah mempertaruhkan nyawa demi negara saat ikut serta dalam pertempuran Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1979. Hal ini dikatakannya sambil memegang rantang tempat makan dan termos air minum yang digunakannya.
Perlengkapan makan milik Sugeng itu ternyata didapatnya sejak masih menempuh pendidikan militer. Perlengkapan makan miliknya itu juga yang menjadi saksi bisu bagaimana Sugeng dengan gagah berani berjuang untuk menegakkan Merah Putih di Bumi Lorosae.
"Ini rantang, nomor pendidikan saya tahun 1970. Nomor pelajar 7323. Ini dua kali ikut saya pendidikan Catam (Calon Tamtama), dua kali pendidikan Caba (Calon Bintara), pendidikan Capa (Calon Perwira) tahun 1990-1991, operasi ke Timor-Timur tahun 1979 ikut juga," ucap Sugeng melanjutkan.
