KSAL Pimpin Jenderal TNI-Polri Alumni Akabri '89 Turun Gunung Beri Bantuan ke Korban Gempa Cianjur
- Istimewa/Viva Militer
VoxPop – Sejumlah jenderal TNI dari tiga matra dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) alumni Akabri tahun 1989 kompak turun gunung menemui warga korban gempa bumi di Desa Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.
Kedatangan para alumni Akabri '89 itu dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Adriyanto.
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, kedatangan para alumni Akabri '89 yang terdiri dari empat satuan, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Polri ke Desa Cugenang, Cianjur dalam rangka memberikan bantuan untuk meringankan para korban gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur pada November 2022 lalu.
"Adapun bantuan yang diberikan berupa sembako, kemudian bantuan tabungan bagi para korban. Kemudian perbaikan terhadap rumah-rumah yang terkena bencana dan perbaikan terhadap rumah ibadah lainnya seperti masjid, dan sarana ibadah lainnya," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali kepada awak media, Sabtu, 18 Maret 2023.
Dia berharap, bantuan yang diberikan oleh para alumni Taruna Akabri tahun 1989 itu dapat meringankan beban bagi para korban bencana gempa bumi, terlebih lagi menghadapi bulan suci Ramadhan yang akan tiba beberapa hari mendatang.
Lebih jauh lagi KSAL menjelaskan, bantuan sembako yang dibawa para alumni Akabri tahun 1989 sebanyak 40 ribu paket sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat di empat titik lokasi di wilayah Cianjur.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto yang juga merupakan alumni Akabri '89 menyampaikan kabar bahagia untuk para warga yang terdampak gempa bumi di Desa Cugenang.
Menurut Letjen TNI Suharyanto, dalam waktu dekat ini seluruh warga di Desa Cugenang akan menerima bantuan tabungan dari pemerintah untuk membangun atau merenovasi rumah-rumah mereka yang rusak akibat gempa berkekuatan 5.6 skala richter tersebut.
Mantan Pangdam III/Siliwangi itu menjelaskan, bantuan uang tunai dari pemerintah akan diterima warga yang rumahnya mengalami rusak berat sebesar Rp60 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak ringan sebesar Rp15 juta.
