Syarat Utama Agar Driver Online Bisa Tunda Cicilan Kendaraan

Ilustrasi ojek online.
Sumber :

VoxPop – Para driver online baik ojek maupun taksi mengeluhkan masih sulit mendapatkan penundaan pembayaran cicilian kendaraan, karena penghasilan mereka terdampak pandemi Virus Corona COVID-19. Keluhan tersebut pun telah direspons oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

img_title Driver Ojol Tolak Promo Hemat, Aplikator Sebut Demi Jaga Ekosistem dan Konsumen

Sebelumnya, meski sudah dapat restu Presiden Joko Widodo untuk relaksasi cicilan kredit Kendaraan para driver online yang terdampak Corona. Para driver online kesulitan untuk mendapatkan fasilitas itu.

OJK pun melalui, Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Ekonomi Virus Corona. Telah menetapkan kriteria-kriteria profesi dan usaha yang bisa mendapatkan fasilitas penundaan pembayaran kredit tersebut.

img_title Aplikator Tolak Perubahan Status Mitra Driver Ojol Jadi Karyawan Tetap, Ini Alasannya

Namun khusus driver online, mayoritas leasing atau perusahaan pembiayaan menilai mereka tidak masuk kategori tersebut. Sebab, saat pengajuan kendaraan yang mereka gunakan untuk kegiatan produktif itu, tidak menjelaskan bahwa akan digunakan sebagai armada ojek atau taksi online.

Baca juga: 'Senjata' Kuncian Leasing Tolak Driver Online Tunda Cicilan Kendaraan

img_title Raba-raba Payudara Penumpang, Driver Taksi Online di Medan Dicokok Polisi

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot menjelaskan, para driver online tak perlu lagi takut tak mendapatkan dasilitas penundaan tersebut. OJK telah menggandeng Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) untuk memastikan semua usaha yang terdampak dapat menikmati fasilitas itu.

Untuk driver online lanjut Sekar, ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Yaitu mendapatkan verifikasi dari aplikator transportasi online yang menjadi naungannya.

"Menyampaikan bukti tertulis dari platformnya (Gojek dan Grab) yang menyatakan bahwa yang bersangkutan atau driver-nya merupakan driver dari platform online tersebut," ungkap Sekar saat berbincang dengan VoxPop, dikutip Senin 30 Maret 2020.

Sekar menegaskan, syarat ini penting disertakan untuk mengantisipasi adanya oknum yang ingin mengambil kesempatan dari fasilitas ini. Padahal oknum itu tidak terdampak secara ekonomi karena COVID-19.

"Untuk menghindari aji mumpung," tambahnya.

Menurutnya, APPI dan para aplikator saat ini terus melakukan pendataan terkait driver-nya yang terdampak Corona. Sehingga dalam waktu dekat relaksasi kredit kendaraan tersebut bisa dilakukan.

Baca juga: Leasing Ungkap Cara Bisa Tunda Bayar Cicilan Kendaraan karena Corona

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut