Mirip Formula 1, MotoGP Kini Wajibkan Pembalap Ikut Upacara Pra-Balap atau Kena Sanksi

MotoGP Sepang
Sumber :
  • MotoGP

VoxPop – Dunia MotoGP resmi mengadopsi perubahan besar dalam tradisi pra-balapnya. Mulai dari Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano, MotoGP memperkenalkan upacara pra-balap bergaya Formula 1 yang lebih formal dan terstruktur.

img_title Sean Gelael Buka-bukaan soal Perjalanan Kariernya di Dunia Balap Internasional

Para pembalap kini diwajibkan turun dari motor dan berbaris di area khusus untuk menghormati lagu kebangsaan, dengan kehadiran menjadi mandatory alias wajib. Jika tidak, mereka akan dikenai denda finansial.

Johann Zarco di Sprint Race MotoGP Argentina

Photo :
  • LCR Team Honda
img_title ITDC: Perputaran Ekonomi Ajang MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Diprediksi Lampaui Rp 4,9 Triliun

Perubahan ini menandai salah satu langkah paling signifikan dalam upaya MotoGP untuk meningkatkan nilai komersial dan citra global olahraga tersebut menyatukan elemen hiburan, nasionalisme, dan profesionalisme dalam satu paket yang rapi dan menarik.

Detail Perubahan: Upacara Lebih Formal dan Terkoordinasi

img_title Regulasi Pakai Satu Motor Terancam Batal, KTM jadi Penghalang Utama?

Sebelumnya, upacara lagu kebangsaan hanya diikuti secara pasif oleh para pembalap. Mereka tetap berada di atas motornya masing-masing, sementara lagu kebangsaan diputar dan tokoh-tokoh penting berdiri di grid depan.

Namun, mulai dari GP San Marino, protokol baru ini mewajibkan:

- Seluruh pembalap harus berjalan dan berdiri di titik tertentu di depan grid, menjauh dari motor mereka.

- Mereka harus berdiri bersama-sama saat lagu kebangsaan negara tuan rumah dikumandangkan.

Area tersebut juga akan memajang trofi resmi Grand Prix dan trofi kejuaraan MotoGP, yang telah mengalami desain ulang dan baru saja diluncurkan.

Protokol ini mengacu langsung pada tradisi yang sudah lama dilakukan di Formula 1, di mana para pembalap berdiri bersama untuk memberikan penghormatan kepada negara tuan rumah sebelum balapan dimulai.

Sanksi Tegas bagi yang Mangkir

Untuk memastikan bahwa seluruh pembalap mematuhi aturan ini, MotoGP telah menetapkan sanksi denda bagi yang tidak hadir tanpa alasan sah:

Pelanggaran pertama: Dikenakan denda sebesar €500 (sekitar Rp8 juta).

Jika pelanggaran dilakukan berulang kali, maka denda akan mengikuti skema sanksi yang lebih berat, sesuai dengan regulasi yang berlaku dalam olahraga ini.

Aturan ini berlaku untuk semua kelas: MotoGP, Moto2, dan Moto3.

Latar Belakang Perubahan: Pengaruh Liberty Media

Francesco Bagnaia dan Marc Marquez di MotoGP Assen 2025

Photo :
  • Crash.net

Langkah ini bukan tanpa konteks. MotoGP kini berada di bawah kepemilikan Liberty Media, perusahaan asal Amerika Serikat yang juga memiliki Formula 1. Liberty secara resmi mengakuisisi penuh MotoGP setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi Eropa pada Juli 2025.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut