Jack Miller Puji Langkah Yamaha Beralih ke Mesin V4: Sudah Saatnya!
- Jack Miller
VoxPop – Tes resmi MotoGP yang digelar di Misano World Circuit Marco Simoncelli awal pekan ini menjadi sorotan, bukan hanya karena banyak pabrikan menguji komponen baru, tetapi juga karena langkah mengejutkan dari Yamaha yang menghadirkan motor prototipe dengan konfigurasi mesin V4 meninggalkan tradisi mereka selama puluhan tahun menggunakan Inline-4.
Pembalap penguji sekaligus rider tim satelit Yamaha MotoGP, Jack Miller, menjadi salah satu yang merasakan langsung potensi motor baru ini.
Pembalap Ducati, Jack Miller
- AP Photo/Shuji Kajiyama
Performa Menjanjikan di Tes Misano
Dalam sesi tes tersebut, Miller mencatatkan 37 putaran menggunakan Yamaha V4 prototype. Meski secara waktu masih tertinggal sekitar 1,9 detik dari catatan terbaik hari itu, Miller menilai kemajuan yang ditunjukkan V4 sangat signifikan. Fokus utama Yamaha saat ini adalah meningkatkan traksi ban belakang, salah satu kelemahan utama motor Inline-4 Yamaha beberapa musim terakhir.
Miller mengungkapkan bahwa karakter V4 terasa lebih stabil dan menekan roda belakang dengan efektif, sehingga mampu memaksimalkan daya cengkeram ban ketika keluar tikungan. Hal ini menjadi krusial karena penggunaan ban modern Michelin saat ini sangat menuntut motor mampu menyalurkan tenaga dengan mulus tanpa kehilangan grip.
"Motor ini melakukan apa yang seharusnya dilakukan dengan ban dan paket yang kita miliki saat ini - apa yang dibutuhkan untuk ban Michelin saat ini. Kita perlu menggunakan ban belakang untuk menghentikan motor," jelasnya, dikutip VoxPop dari Crash Jum’at, 19 September 2025.
Ducati Pernah Godok Proyek Inline-4
Menariknya, Miller juga membocorkan bahwa Ducati pernah mempertimbangkan membuat mesin Inline-4 sekitar tahun 2015–2016, saat dominasi Yamaha sedang kuat. Ducati saat itu sempat menilai konfigurasi Inline-4 lebih cocok untuk karakter ban dan regulasi kala itu. Namun seiring perubahan regulasi teknis dan perkembangan ban, Ducati akhirnya memilih tetap mengembangkan mesin V4 Desmosedici hingga menjadi yang paling dominan saat ini.
Pernyataan ini menegaskan bahwa perubahan konsep mesin bukan hal mustahil di level MotoGP, terutama ketika ada perubahan besar pada karakter ban, sasis, hingga regulasi teknis.
