Mesin Toyota 2TR dan 2GD Masuk Ruang Praktik
- TMMIN
Lombok, VoxPop – Mesin diesel 2GD dan mesin bensin 2TR milik Toyota selama ini menjadi andalan pada sejumlah model yang dipasarkan di Indonesia, seperti Fortuner, Hilux, Kijang Innova diesel, hingga HiAce. Kini, teknologi tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana praktik untuk mencetak calon teknisi otomotif.
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyerahkan masing-masing satu unit mesin Toyota 2TR dan 2GD kepada dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bantuan itu diberikan agar siswa dapat mempelajari teknologi mesin yang banyak digunakan di industri otomotif saat ini.
SMKN 1 Jonggat, Lombok Tengah menerima mesin bensin 2TR, sedangkan SMKN 2 Kuripan, Lombok Barat memperoleh mesin diesel 2GD. Kedua mesin tersebut akan digunakan sebagai media praktik untuk mempelajari konstruksi, sistem kerja, hingga perawatan mesin sesuai standar industri.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun industri otomotif nasional. Menurutnya, perusahaan ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
"Kami berharap langkah ini menjadi bagian dari perjalanan siswa untuk tumbuh dan berkarya," ujarnya, dikutip VoxPop Otomotif dari keterangan resmi, Rabu 15 Juli 2026.
Selain memberikan bantuan mesin, TMMIN juga menjalankan program Vocational School Development di berbagai SMK binaan. Program tersebut meliputi penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, penyediaan alat bantu pembelajaran, serta penerapan budaya kerja industri di lingkungan sekolah.
Melalui program tersebut, siswa dibekali berbagai kompetensi yang dibutuhkan saat memasuki dunia kerja, mulai dari disiplin, efisiensi, ketelitian, keselamatan kerja, hingga kemampuan bekerja secara kolaboratif.
Nandi menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang siap kerja. Karena itu, TMMIN terus mendukung penguatan konsep link and match di sekolah vokasi.
"Link and match menjadi syarat penting untuk melahirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri," katanya.
