Bongkar Performa Buruk Pecco Bagnaia di Sprint MotoGP Australia
- VoxPop.co.id/M Ali Wafa
- Rata-rata waktu lap Bezzecchi (pemenang): 1 menit 27,560 detik
Artinya, Bagnaia lebih lambat 2,504 detik per lap dibanding pemenang lomba selisih yang sangat besar di level MotoGP modern.
Bahkan pembalap Ducati lainnya seperti Fabio Di Giannantonio dengan motor yang sama (Desmosedici GP25) mampu mencatat waktu sekitar 2 detik lebih cepat per lap dibanding Bagnaia.
Di lap ke-7 dan ke-8, misalnya, Bagnaia mencatat waktu 1m30.360s dan 1m30.063s, sementara Bezzecchi stabil di kisaran 1m27.1s. Ini menandakan motor Bagnaia benar-benar tidak bekerja sebagaimana mestinya, baik dari sisi grip ban, traksi, maupun keseimbangan.
Menurut analis teknis dari Crash, dikutip VoxPop Minggu, 19 Oktober 2025, ada kemungkinan bahwa masalah utama berasal dari setup ban belakang dan kestabilan sasis Ducati GP25.
Phillip Island terkenal dengan lintasan berkecepatan tinggi dan tikungan panjang yang menuntut kestabilan ekstrem pada ban kiri. Jika tekanan ban atau pengaturan suspensi tidak tepat, pembalap bisa kehilangan traksi dan getaran pada motor menjadi tak terkendali.
Pembalap Ducati, Pecco Bagnaia dan Jack Miller
- Ducati
Selain itu, perubahan suhu udara dan arah angin di sesi sprint membuat Ducati tampak kesulitan menjaga konsistensi grip dibanding motor Aprilia dan KTM yang tampil dominan.
Dengan kombinasi faktor-faktor ini, kecepatan Bagnaia turun drastis, bahkan tak mampu menyamai pembalap satelit Ducati sekalipun.
Balapan sprint di Phillip Island bukan sekadar hasil buruk, tetapi sinyal bahaya bagi Ducati dan Bagnaia. Dengan kecepatan yang anjlok, motor yang sulit dikendalikan, serta kebingungan teknis di dalam tim, performa ini menjadi bahan refleksi besar bagi sang juara bertahan.
