BYD Optimis Menatap 2026

Acara konferensi pers BYD di GJAW 2025
Sumber :
  • VoxPop/Krisna Wicaksono

Tangerang Selatan, VoxPop – BYD memasuki penghujung 2025 dengan keyakinan kuat terhadap pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan menyebut bahwa fondasi bisnis yang dibangun sepanjang dua tahun terakhir membuat mereka semakin siap menyongsong tahun depan.

img_title Honda Buka Harga Super One, Klaim Sudah Banyak yang Pesan

Menurut BYD, kesiapan perusahaan tidak hanya berasal dari penjualan yang terus meningkat, tetapi juga dari sejumlah proses strategis yang sedang diselesaikan. Mereka menegaskan bahwa berbagai persiapan tersebut memberi kepastian untuk memasuki fase baru pada 2026.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Pandjaitan, mengatakan bahwa perusahaan saat ini tengah berada di tahap akhir proses audit dan koordinasi dengan pemerintah.

img_title BYD Klaim Biaya Servis Mobil Hybrid-nya 30 Persen Lebih Murah

Konferensi pers BYD di GJAW 2025

Photo :
  • BYD Indonesia

“Karena kami sudah dapat audit dari BKPM, kami juga sekarang lagi konsisten koordinasi dengan Kementerian Perindustrian,” ujarnya, dikutip VoxPop Otomotif di acara GJAW 2025.

img_title VinFast Tak Gentar dengan Perang Harga Mobil Listrik di Indonesia

Luther menjelaskan bahwa BYD tetap optimistis meski pasar otomotif Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Ia menyebut riset mendalam sedang dilakukan untuk memahami kebutuhan konsumen, khususnya pada segmen yang belum berkembang seperti city car listrik.

Saat ini BYD masih fokus pada model-model yang sudah tersedia, namun sejumlah produk baru dipersiapkan untuk tahun depan. Perusahaan memastikan seluruh perencanaan berjalan sesuai jalur agar harga dan pasokan bagi konsumen tetap terjaga.

Optimisme tersebut juga muncul dari rencana BYD untuk beralih ke basis manufaktur dalam negeri. “Kalau berbasis manufaktur, kami justru lebih confidence dan lebih optimis,” kata Luther.

Dengan produksi lokal, BYD menilai tingkat kepastian rantai pasok akan lebih tinggi dibandingkan metode yang berlaku saat ini. Hal ini juga diyakini dapat memperkuat posisi mereka di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin berkembang.

Luther menambahkan bahwa insentif pemerintah berperan besar dalam menjaga harga tetap kompetitif. “BYD saat ini memanfaatkan policy incentive yang membuat kondisi dengan dan tanpa manufaktur itu relatif sama,” ujarnya.

Menurut BYD, kebijakan tersebut memberi rasa aman bagi konsumen untuk membeli sekarang maupun setelah produksi lokal berjalan. Perusahaan bahkan memperkirakan seluruh proses akan mulai bergulir pada kuartal pertama 2026.

Ilustrasi mobil listrik / cas kendaraan listrik

Mobil Listrik Sudah Murah Tapi Konsumen Masih Ragu, Ternyata Ini Biang Keroknya

Harga mobil listrik makin terjangkau, namun bukan itu yang membuat konsumen ragu. Ekonom Josua Pardede mengungkap hambatan terbesar adopsi EV di Indonesia.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut