Indonesia Siap Produksi Mobil Listrik Tenaga Surya

Mobil listrik Solarky SunV
Sumber :
  • Solarky

VoxPop – Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan dinamika positif seiring meningkatnya kebutuhan akan transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan selaras dengan tren global energi bersih. Dalam konteks ini, berbagai pihak mulai memperkuat kolaborasi guna mendukung ekosistem produksi kendaraan listrik nasional. 

img_title Land Cruiser dan GAZOO Racing, Bukti Toyota Punya Mobil untuk Berbagai Passion

Salah satu inisiatif terbaru hadir melalui kerja sama strategis antara PT Mobil Anak Bangsa (MAB), Solarky Mobility Technologies (HK) Ltd, dan PT Fortuna Ventura Investindo. Kemitraan ini berfokus pada pengembangan, perakitan, dan distribusi kendaraan listrik berbasis energi terbarukan di Indonesia.

Dalam sinergi tiga pihak tersebut, MAB akan menangani proses perakitan kendaraan listrik dengan menggunakan merek mereka sendiri. Sementara Solarky Mobility Technologies memasok komponen utama serta teknologi pendukung yang dibutuhkan untuk memastikan proses manufaktur berjalan stabil. 

img_title 5 Mobil yang Wajib Dicoba di GIIAS 2026

Di sisi lain, PT Fortuna Ventura Investindo akan bertindak sebagai distributor eksklusif, menyalurkan kendaraan kepada dealer maupun pelanggan akhir. Pada tahun pertama, pihak distributor menargetkan pembelian awal sebanyak 2.000 unit dengan potensi peningkatan hingga 10.000 unit per tahun menyesuaikan permintaan pasar.

CEO MAB, Kelik Irwantono, menyebut bahwa kerja sama ini mendorong terciptanya inovasi kendaraan listrik yang relevan untuk kebutuhan masyarakat Indonesia. 

img_title 5 Alasan Mitsubishi New Xforce HEV Layak Dilirik sebelum Membeli SUV Hybrid

“Kita akan mempunyai tugas untuk mengasemble maupun memproduksi dengan menggunakan teknologi dari Solarky. Kendaraan ini agak unik karena menggunakan solar. Mungkin baru pertama kali di dunia yang menggunakan panel surya,” ujarnya di Jakarta pada Rabu, 10 Desember 2025. 

Teknologi ini memungkinkan kendaraan menempuh jarak sekitar 200 km tanpa melakukan pengisian daya melalui charger. 

“Kalau melihat kendaraannya, ini cukup unik. Sebenarnya tanpa perlu mengecas. Tapi kalau melebihi 200 km, ada dua kombinasi: bisa menggunakan solar atau plug-in charging,” ujarnya lagi.

Dalam perjanjian kerja sama, MAB juga bertanggung jawab atas pengelolaan proses manufaktur secara keseluruhan, termasuk penyimpanan barang jadi, pelaksanaan homologasi, hingga sistem garansi. Seluruh aspek tersebut dikembangkan untuk memastikan setiap unit memiliki standar keselamatan dan performa yang konsisten.

Founder MAB, Jenderal (Purn.) Moeldoko, menekankan pentingnya fondasi industrial yang kuat agar kendaraan listrik mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut