Selamat Tinggal Port Jadul, Charger Mobil Bisa Diganti Seenaknya
- Istimewa
VoxPop - Pabrikan mobil berlomba-lomba menyematkan teknologi canggih di dalam kabin. Layar makin besar, konektivitas makin pintar, dan port pengisian daya makin banyak. Tapi kali ini, Ford justru menawarkan ide yang sederhana namun terasa sangat masuk akal: modul charging yang bisa dilepas-pasang.
Dilansir VoxPop Otomotif dari Autoblog, Selasa 3 Maret 2026, berdasarkan dokumen paten yang diajukan pada Agustus 2024 dengan nomor 20260058424, Ford merancang sebuah removable charging hub yang ditempatkan di belakang konsol tengah untuk penumpang baris kedua. Sekilas terlihat biasa saja, tapi konsepnya bisa jadi solusi praktis untuk kebutuhan pengguna mobil masa kini.
Alih-alih menanamkan port USB langsung permanen di konsol, Ford membuat satu modul terpisah yang bisa “dikunci” ke dalam dudukannya. Di dalamnya tersedia port USB-A dan USB-C, wireless charging pad, hingga dudukan perangkat. Bahkan ada lampu LED untuk membantu visibilitas saat kondisi gelap.
Yang menarik, modul ini juga bisa dibekali baterai internal. Artinya, saat mobil dalam kondisi mati, perangkat tetap bisa diisi daya layaknya power bank. Buat yang hobi camping atau sering beraktivitas di luar ruangan, fitur ini jelas terasa relevan.
Tak cuma soal ngecas, Ford juga menyematkan detail kecil yang fungsional. Di bagian bawah modul terdapat jaring penyimpanan kecil untuk kabel atau barang mungil lainnya. Sederhana, tapi menunjukkan bahwa desain ini benar-benar dipikirkan untuk penggunaan harian.
Kenapa konsep ini terasa penting? Karena teknologi dalam mobil cepat sekali berubah. Standar port pengisian daya saja sudah beberapa kali berganti dalam satu dekade terakhir. Dulu banyak perangkat memakai micro-USB, lalu beralih ke Lightning dan USB-C. Kalau port tertanam permanen di konsol dan suatu saat usang, pemilik mobil harus bongkar interior untuk menggantinya.
Dengan sistem modular seperti ini, cukup lepas unit lama dan ganti dengan versi terbaru. Praktis, efisien, dan lebih ramah biaya. Bagi pabrikan, pendekatan ini juga menguntungkan karena bisa menawarkan konfigurasi berbeda di tiap varian, atau bahkan membuka peluang aksesori tambahan di jaringan diler.
