Honda Kembali Dirundung Masalah

Logo Honda
Sumber :
  • VoxPop/Muhammad Thoifur

New York, VoxPop – Nama Honda kembali menjadi sorotan di pasar global setelah menghadapi gugatan hukum baru di Amerika Serikat terkait kualitas cat kendaraan. Isu ini bukan hal baru, namun kemunculannya kembali memunculkan pertanyaan soal konsistensi kualitas pada salah satu merek otomotif terbesar dunia tersebut.

img_title Honda Cuma Jual 100 Unit Super-One di Indonesia

Kasus terbaru ini berakar dari gugatan lama yang sempat mencuat pada 2024, namun seperti disadur VoxPop Otomotif dari Carscoops Kamis 9 April 2026, kini kembali dilanjutkan dengan klaim yang diperbarui. Para penggugat menilai masalah cat putih pada sejumlah model bukan sekadar insiden terisolasi, melainkan indikasi persoalan yang sudah berlangsung lama.

Dalam dokumen gugatan terbaru, disebutkan bahwa Honda diduga telah mengetahui potensi cacat pada lapisan cat sejak lebih dari satu dekade lalu. Cat berwarna putih pada beberapa model disebut rentan mengalami pengelupasan, retak, hingga terlepas dari permukaan bodi dalam waktu yang relatif singkat.

img_title Honda Resmi Jual New NX500 di Indonesia, Big Bike Adventure Rp230 Juta

Sejumlah model yang dipasarkan di bawah merek Honda maupun Acura disebut terdampak dalam kasus ini. Kendaraan seperti SUV, MPV, hingga hatchback masuk dalam daftar, terutama yang menggunakan varian warna putih tertentu yang dianggap bermasalah.

Yang membuat kasus ini kembali menarik perhatian adalah perubahan sudut pandang hukum terhadap dampak kerusakan tersebut. Jika sebelumnya pengadilan menganggap masalah ini hanya bersifat kosmetik, kini muncul pandangan bahwa kerusakan cat bisa berdampak lebih jauh terhadap perlindungan bodi kendaraan.

img_title Bukan Sekadar Ganti Oli, Teknisi Honda Dituntut Kuasai Teknologi Baru

Lapisan cat tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi juga menjadi pelindung utama dari paparan cuaca dan potensi korosi. Jika cat mengalami delaminasi atau terkelupas, maka risiko kerusakan struktural dalam jangka panjang bisa meningkat, terutama pada kendaraan yang digunakan di berbagai kondisi ekstrem.

Selain itu, pengadilan juga menolak argumen bahwa gugatan ini telah melewati batas waktu hukum. Hakim menilai bahwa waktu pengajuan gugatan seharusnya dihitung sejak pemilik kendaraan menyadari adanya kerusakan, bukan sejak mobil pertama kali dijual ke konsumen.

Perkembangan ini tentu menjadi tantangan baru bagi Honda dalam menjaga reputasi globalnya. Di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat, isu kualitas seperti ini bisa berdampak besar terhadap kepercayaan konsumen, terutama di pasar yang sangat sensitif terhadap aspek durabilitas dan nilai jangka panjang kendaraan.

Booth Honda di GIIAS 2026

Honda Tiba-tiba Goda Konsumen dengan Cicilan Rp1 Jutaan, Ada Apa?

Honda memilih strategi baru di GIIAS 2026 dengan menawarkan cicilan mobil mulai Rp1 jutaan, bunga 0 persen, dan tenor hingga 7 tahun untuk menarik minat konsumen.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut