Motor Honda Bakal Dibekali Kompresor Listrik
- Honda
Jakarta, VoxPop – Honda dikabarkan tengah menyiapkan teknologi baru yang berpotensi mengubah performa motor bermesin bensin. Pabrikan asal Jepang itu disebut sedang mengembangkan sistem e-compressor atau kompresor listrik yang nantinya bisa diterapkan pada berbagai model motor, mulai dari kelas entry level hingga moge.
Informasi tersebut terungkap melalui sembilan dokumen paten yang dipublikasikan pada 2026. Dokumen yang dilihat VoxPop Otomotif pada Rabu 15 Juli 2026 itu menunjukkan, Honda tidak hanya mengembangkan teknologi tersebut untuk satu model, tetapi juga merancang sistem yang dapat digunakan pada beragam konfigurasi mesin.
Sebelumnya, Honda sempat memperkenalkan motor konsep V3R 900 E-Compressor Prototype pada November 2024. Motor tersebut mengusung mesin V3 yang dipadukan dengan kompresor listrik untuk meningkatkan suplai udara ke ruang bakar sehingga tenaga mesin dapat meningkat tanpa harus memperbesar kapasitas silinder.
Berdasarkan dokumen paten terbaru, Honda tengah mencari tata letak paling ideal untuk komponen pendukung seperti air cleaner, surge tank, hingga kompresor listrik. Tujuannya adalah menciptakan jalur udara yang lebih pendek agar kehilangan tekanan dapat diminimalkan, respons bukaan gas lebih cepat, dan efisiensi mesin meningkat.
Menariknya, teknologi ini dirancang agar kompatibel dengan berbagai jenis mesin. Mulai dari mesin satu silinder yang digunakan pada Honda CRF300L dan CRF300 Rally, mesin dua silinder sejajar seperti Africa Twin, empat silinder segaris yang dipakai CBR1000RR Fireblade, mesin V4 pada keluarga VFR, hingga mesin flat-six yang menjadi andalan Gold Wing.
Meski memiliki fungsi yang mirip dengan turbocharger maupun supercharger, cara kerja e-compressor berbeda. Turbocharger memanfaatkan gas buang untuk memutar turbin, sedangkan supercharger konvensional mengambil tenaga langsung dari putaran mesin melalui poros engkol.
Pada sistem yang dikembangkan Honda, kompresor digerakkan oleh motor listrik khusus sehingga tidak bergantung pada putaran mesin maupun aliran gas buang. Aliran udara tambahan pun dapat diatur secara presisi sesuai kebutuhan mesin, sehingga kompresor hanya bekerja saat tenaga ekstra dibutuhkan.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan menghasilkan tekanan udara tambahan sejak putaran mesin rendah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan respons akselerasi sekaligus mengurangi gejala jeda tenaga yang umum ditemui pada sistem turbo atau turbo lag.
