Malaysia Mulai Tinggalkan Mobil Konvensional, Targetkan Mobil Bisa Nyetir Sendiri pada 2030

Mobil otonom Toyota
Sumber :
  • autoguide.com

Malaysia, VoxPop - Pemerintah Malaysia mulai menatap era baru industri otomotif. Bukan lagi sekadar memproduksi mobil biasa, negeri jiran itu kini serius menyiapkan teknologi kendaraan otonom atau mobil yang bisa berjalan sendiri tanpa banyak campur tangan pengemudi.

img_title Jadwal Piala AFF 2026 Hari Ini: Thailand Vs Malaysia, Duel Penentu Calon Lawan Timnas Indonesia di Semifinal

Targetnya cukup ambisius, yakni menghadirkan teknologi autonomous driving Level 3 pada 2030.

Wakil Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin mengatakan bahwa industri otomotif Malaysia tidak boleh terus terpaku pada teknologi kendaraan konvensional jika ingin bersaing di masa depan.

img_title Bukan Hybrid Konvensional, Ini Cara Kerja Teknologi REEV di iCAR V27

Menurut dia, pembahasan soal mobil otonom sudah harus dimulai sekarang sebelum Malaysia tertinggal terlalu jauh dari negara lain.

“Kalau kita hanya fokus mengejar teknologi hari ini, kita akan selalu tertinggal. Tapi kalau mulai membangun fondasi teknologi masa depan dari sekarang, Malaysia bisa memimpin kawasan,” ujarnya seperti dikutip VoxPop dari Paultan, Selasa 12 Mei 2026. 

img_title 5 Tanda Filter Kabin Mobil Sudah Harus Diganti

Pemerintah pun menunjuk Malaysia Automotive, Robotics and IoT Institute atau MARii untuk mulai menyiapkan arah pengembangan kendaraan otonom di negara tersebut.

Bukan tanpa alasan. Teknologi autonomous driving dianggap bakal mengubah wajah industri otomotif secara total. Mobil masa depan tidak lagi hanya mengandalkan mesin dan desain, tetapi juga software, sensor pintar, radar, kamera, hingga chip semikonduktor berteknologi tinggi.

Karena itu, Malaysia ingin vendor lokal ikut naik kelas agar bisa terlibat dalam rantai industri kendaraan otonom.

“Ke depan mobil membutuhkan lebih banyak sensor, software, dan chip. Vendor lokal harus mulai meningkatkan kemampuan mereka,” kata Sim.

Tidak hanya industri otomotif, kesiapan infrastruktur juga menjadi sorotan. Jalan raya, marka jalan, rambu lalu lintas, hingga sistem pendukung digital harus diperbaiki agar mobil otonom dapat bekerja dengan aman.

Teknologi autonomous driving memang sangat bergantung pada kondisi jalan yang presisi. Kamera dan sensor pada mobil harus mampu membaca marka, mengenali rambu, hingga mendeteksi kendaraan lain secara akurat.

Malaysia tampaknya tidak ingin terlambat mengikuti tren global. Sim mencontohkan perkembangan teknologi mobil tanpa sopir di United States yang berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut