AI Jadi Ancaman Baru Industri Otomotif
- Carscoops
California, VoxPop – Industri otomotif global kembali menghadapi ancaman krisis semikonduktor. Jika beberapa tahun lalu kelangkaan chip dipicu pandemi COVID-19, kini penyebabnya berbeda, yakni ledakan kebutuhan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Lonjakan pembangunan pusat data AI membuat permintaan terhadap chip memori DRAM meningkat tajam. Akibatnya, produsen mobil harus bersaing dengan perusahaan teknologi untuk mendapatkan pasokan komponen yang menjadi otak berbagai sistem elektronik kendaraan modern.
Laporan terbaru dari firma konsultan Kearney menyebut harga spot chip DRAM melonjak sekitar 450 persen dalam periode September 2025 hingga Januari 2026. Kenaikan tersebut mulai dirasakan para produsen mobil yang mengandalkan komponen tersebut untuk berbagai sistem elektronik.
Beberapa pabrikan besar bahkan telah menyiapkan anggaran lebih besar untuk mengantisipasi kenaikan biaya komponen. Ford dan General Motors, misalnya, dilaporkan menaikkan proyeksi belanja bahan baku pada 2026 hingga ratusan juta dolar AS seiring meningkatnya harga chip memori.
Meski demikian, sebagian besar produsen mobil menegaskan kondisi pasokan saat ini masih terkendali. Pengalaman menghadapi krisis semikonduktor saat pandemi membuat mereka lebih siap mengelola risiko rantai pasok.
Juru bicara Volkswagen mengatakan perusahaan telah menerapkan berbagai langkah untuk memantau perkembangan pasar sejak dini dan meminimalkan risiko gangguan pasokan. Menurutnya, rantai pasok chip memori masih berjalan normal dan perusahaan siap mengambil langkah cepat jika muncul kendala pada kategori semikonduktor tertentu.
Hal senada disampaikan Stellantis. Senior Vice President Global Purchasing for Electronics, Joachim Kahmann, mengatakan perusahaan memang meningkatkan pengadaan komponen untuk 2026 dan 2027, tetapi hingga kini belum ada perubahan jadwal produksi akibat keterbatasan pasokan.
Renault juga meyakini industri semikonduktor akan mampu beradaptasi melalui investasi dan peningkatan kapasitas produksi. Sementara BMW menyebut belum melihat adanya tanda-tanda kekurangan pasokan karena perusahaan memperoleh komponen melalui kontrak jangka panjang dengan pemasok.
Meski begitu, tekanan terhadap industri otomotif diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Asosiasi industri elektronik Jerman (ZVEI) menilai permintaan chip dari pusat data AI akan terus meningkat, sementara pembangunan fasilitas produksi semikonduktor membutuhkan waktu bertahun-tahun.
