Personalisasi Jadi Tren Baru di Industri Otomotif
- VoxPop/Yunisa Herawati
Tangerang Selatan, VoxPop - Pameran otomotif tak lagi hanya menjadi tempat memamerkan mobil baru atau menawarkan program penjualan. Dalam beberapa tahun terakhir, produsen kendaraan mulai mengubah pendekatan dengan menghadirkan pengalaman yang lebih personal bagi pengunjung. Tren ini juga terlihat pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Jika sebelumnya pengunjung datang untuk melihat spesifikasi kendaraan, membandingkan harga, atau mencoba test drive, kini sejumlah merek mulai mengajak calon konsumen berinteraksi melalui berbagai aktivitas yang dirancang sesuai minat maupun karakter masing-masing.
Pendekatan tersebut merupakan bagian dari tren personalisasi yang semakin banyak diterapkan industri otomotif global. Personalisasi tidak lagi sebatas pilihan warna bodi, aksesori, atau fitur kendaraan, tetapi juga menyentuh pengalaman konsumen sejak pertama kali berinteraksi dengan sebuah merek.
Salah satu contohnya ditampilkan Jetour Indonesia di GIIAS 2026. Alih-alih hanya menampilkan lini produknya, perusahaan menghadirkan serangkaian aktivitas interaktif yang mengajak pengunjung mengenali karakter perjalanan mereka sebelum mengenal kendaraan yang ditawarkan.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan pengalaman di booth dirancang agar pengunjung memperoleh lebih dari sekadar informasi mengenai produk.
"Melalui berbagai aktivitas yang kami hadirkan di booth Jetour, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar melihat dan membeli kendaraan. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan berbagai produk dan aktivitas yang kami siapkan, sehingga dapat merasakan pengalaman yang lebih menyenangkan dan memahami bagaimana Jetour dapat menjadi bagian dari setiap perjalanan mereka," ujar Ranggy.
Aktivitas tersebut diawali dengan registrasi digital menggunakan Adventure Passport. Selanjutnya pengunjung mengikuti beberapa misi, mulai dari memilih preferensi destinasi perjalanan, menjelajahi peta digital interaktif, hingga menuliskan destinasi impian yang ingin dikunjungi.
Pilihan destinasi yang dibuat pengunjung kemudian diolah menjadi karakter perjalanan atau Adventure Persona. Konsep ini menjadi salah satu bentuk pendekatan personal yang mulai banyak digunakan berbagai industri, termasuk otomotif, untuk membangun keterlibatan dengan konsumen.
Selain menyajikan pengalaman interaktif, teknologi digital juga dimanfaatkan untuk memberikan informasi yang lebih relevan. Melalui peta digital di booth, misalnya, pengunjung dapat melihat estimasi jarak perjalanan menuju destinasi tertentu sekaligus mengetahui lokasi jaringan dealer yang telah beroperasi di berbagai daerah.
