Mekanik Masa Depan Tak Bisa Belajar dari Buku Saja

Siswa SMK binaan Daihatsu
Sumber :
  • ADM

Serpong, VoxPop – Perkembangan teknologi kendaraan membuat tuntutan terhadap mekanik terus berubah. Jika dulu pemahaman teori sudah cukup menjadi bekal awal, kini calon teknisi otomotif dituntut menguasai praktik langsung agar siap menghadapi kendaraan dengan teknologi yang semakin kompleks.

img_title Menekan Biaya Operasional Truk Bukan Sekadar Hemat BBM

Perubahan tersebut membuat pendidikan vokasi tidak lagi bisa mengandalkan proses belajar di ruang kelas. Siswa perlu mengenal standar kerja industri, menggunakan peralatan yang sama seperti di bengkel resmi, hingga memahami proses diagnosis dan perawatan kendaraan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, kolaborasi antara industri otomotif dan sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi semakin penting. Selain menyelaraskan kurikulum, perusahaan otomotif juga mulai memberikan dukungan berupa pelatihan, alat praktik, hingga kompetisi keterampilan sebagai sarana mengukur kemampuan siswa.

img_title 5 SUV Bergaya Sporty yang Mencuri Perhatian di GIIAS 2026

Langkah tersebut kembali ditunjukkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) melalui penyelenggaraan Daihatsu SMK Skill Contest 2026. Kompetisi yang memasuki penyelenggaraan ke-9 sejak pertama kali digelar pada 2012 itu diikuti sekitar 380 SMK binaan dengan melibatkan lebih dari 760 peserta yang terdiri dari siswa dan guru pendamping.

Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi untuk mencari peserta terbaik, tetapi juga wadah bagi siswa dan guru untuk menguji kompetensi, bertukar pengalaman, sekaligus mengenal kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang. Penganugerahan pemenang dilaksanakan di booth Daihatsu pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

img_title Citra Pikap Sebagai Mobil Proyek Mulai Bergeser

Human Resources and General Affairs Director PT Astra Daihatsu Motor, Nilawati Irjani, mengatakan penyelenggaraan penghargaan di GIIAS menjadi simbol bahwa perkembangan teknologi kendaraan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Penghargaan yang diadakan bertepatan di ajang GIIAS 2026 ini menjadi simbol sinergi antara perkembangan produk, teknologi, yang juga harus sejalan dengan talenta masa depan berkualitas yang akan menggerakkan industri pada masa mendatang," ujarnya, dikutip VoxPop Otomotif Rabu 5 Agustus 2026.

Dalam kompetisi tahun ini, SMK Nu Ma'arif Kudus, Jawa Tengah, meraih juara pertama, disusul SMK Negeri 1 Lintau Buo, Sumatera Barat, dan SMK Al Mufti Subang, Jawa Barat. Selain hadiah uang tunai, para pemenang juga memperoleh mesin dan transmisi Daihatsu sebagai sarana praktik pembelajaran, serta beasiswa bagi siswa terbaik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut