Hyundai Ioniq 3 Resmi Dibawa ke GIIAS 2026, Kapan Dijual?
- VoxPop/Yunisa Herawati
Tangerang Selatan, VoxPop – Di tengah peluncuran sejumlah model baru pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Hyundai ternyata membawa satu mobil listrik yang belum resmi dipasarkan di Indonesia. Model tersebut adalah Hyundai Ioniq 3, hatchback listrik yang dipamerkan sebagai special display di booth Hyundai.
Berbeda dengan Hyundai Ioniq 9 yang sudah dibuka pemesanannya, Ioniq 3 belum memiliki kepastian jadwal penjualan di pasar Indonesia. Kehadirannya lebih ditujukan untuk memperkenalkan produk sekaligus melihat respons pengunjung terhadap model tersebut sebelum diputuskan untuk dipasarkan secara resmi.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan keputusan membawa Ioniq 3 merupakan bagian dari studi pasar. Menurutnya, Hyundai masih memantau minat konsumen sebelum menentukan langkah berikutnya.
"Ioniq 3 itu edisi spesial, kami sedang melihat animo masyarakat di Indonesia. Jika bagus, ya kami akan pertimbangkan untuk masuk di Indonesia," ujarnya, dikutip VoxPop Otomotif, Sabtu 8 Agustus 2026.
Secara global, Ioniq 3 diposisikan sebagai hatchback listrik kompak yang berada di bawah Ioniq 5 dalam keluarga kendaraan listrik Hyundai. Model ini dikembangkan menggunakan platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP) yang juga menjadi basis sejumlah mobil listrik Hyundai dan Kia.
Untuk pasar global, Hyundai menawarkan Ioniq 3 dengan dua pilihan kapasitas baterai, yaitu 42,2 kWh dan 61 kWh. Varian dengan baterai lebih besar diklaim mampu menempuh jarak hingga 496 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTP, sehingga ditujukan untuk mendukung mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Selain menawarkan efisiensi, Ioniq 3 juga dibekali berbagai teknologi pendukung keselamatan dan kenyamanan. Beberapa di antaranya meliputi Hyundai SmartSense, fitur Vehicle-to-Load (V2L) untuk menyalurkan daya ke perangkat elektronik, serta sistem infotainment terbaru Pleos Connect.
Mobil listrik tersebut juga mendukung pengisian daya cepat (DC fast charging). Hyundai mengklaim kapasitas baterai dapat meningkat dari 10 persen menjadi 80 persen dalam waktu sekitar 29 menit pada kondisi pengisian yang ideal.
Meski belum dipastikan akan dipasarkan di Indonesia, kehadiran Ioniq 3 menunjukkan Hyundai masih membuka peluang memperluas jajaran mobil listriknya di Tanah Air. Keputusan mengenai penjualannya akan bergantung pada hasil evaluasi perusahaan terhadap respons konsumen selama dan setelah penyelenggaraan GIIAS 2026.
