Bahaya, Pria Ini Sengaja Tidur Saat Nyetir Mobil di Tol

Pengemudi Tesla Model S tertidur saat berkendara
Sumber :
  • Carscoops

VoxPop – Salah satu teknologi yang mulai disediakan di mobil-mobil baru adalah Autonomous driving. Fitur ini memungkinkan pengemudi hanya menjadi pengawas ketika kendaraan melaju.

img_title Honda Buka Harga Super One, Klaim Sudah Banyak yang Pesan

Mobil dilengkapi berbagai macam sensor, yang disambungkan dengan perangkat komputer canggih. Sehingga, pengemudi bisa saja melakukan perjalanan tanpa perlu menginjak rem, dan memegang kemudi. Salah satu mobil yang memakainya adalah Tesla Motors Model S.

Sayangnya, teknologi canggih yang disematkan di dalam mobil dimanfaatkan dengan tidak tepat oleh pengemudinya. Hal ini seperti yang terjadi di sebuah jalanan di Kanada.

img_title VinFast Tak Gentar dengan Perang Harga Mobil Listrik di Indonesia

Baca juga: Toyota Sienta Baru Bisa Dibawa Pulang Rp100 Jutaan

Melansir dari Carscoops, Jumat 18 September 2020, Petugas Polisi di Royal Canadian di Kanada menerima laporan warga, mengenai adanya mobil yang melaju cepat di jalan tol. Meski demikian, ada yang aneh pada kendaraan tersebut.

img_title Prabowo Siapkan Insentif Kendaraan Listrik, 500 Ribu Motor dan Mobil Listrik Bakal Dapat Stimulus

Setelah dipantau melalui kamera pengawas, mobil Tesla Motors Model S itu dilaporkan melaju dalam kecepatan 87mph atau sekitar 140 km/jm. Namun, dua kursi di bagian depan terlihat dalam kondisi rebah, seperti yang kerap dipakai seseorang saat hendak beristirahat di dalam kabin.

Seorang petugas kemudian berhasil menghentikan mobil tersebut. Dari pemeriksaan, diketahui mobil itu dikemudikan oleh pria berusia 20 tahun dari provinsi British Coulumbia di Kanada. Awalnya, pengemudi itu dituduh menyetir mobil melebihi aturan kecepatan yang berlaku, dan sempat tertidur karena alasan kelelahan. 

Dalam pemeriksaan lanjutan, pengemudi Tesla Model S itu disebut melakukan pelanggaran serius karena mengemudi dengan cara yang berbahaya, karena sengaja memanfaatkan fitur canggih di mobil listrik itu. Akibatnya, pengemudi harus menghadapi hukuman lima tahun penjara, serta SIM-nya ditangguhkan setahun.

Ilustrasi mobil listrik / cas kendaraan listrik

Mobil Listrik Sudah Murah Tapi Konsumen Masih Ragu, Ternyata Ini Biang Keroknya

Harga mobil listrik makin terjangkau, namun bukan itu yang membuat konsumen ragu. Ekonom Josua Pardede mengungkap hambatan terbesar adopsi EV di Indonesia.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut