Ciduk Pelakor Via Detektif Perselingkuhan
- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarok A
Ia sendiri juga mengaku tak tahu menahu dengan ending kasus-kasus perselingkuhan yang pernah ia tangani dulu. Ulin mengatakan, tugasnya hanya memberikan laporan dan menyediakan bukti-bukti. Keputusan terakhirnya kembali ke masing-masing orang.
![]()
Perlukah Sewa Detektif?
Sekarang Ulin tak lagi menjadi detektif. Itu karena menurutnya, menjadi detektif perselingkuhan tidak memiliki tantangan dan penuh risiko. Effort-nya besar, tapi tak ada kepuasan yang ia rasakan. Banyak pekerjaan yang lebih menantang. Begitu katanya.
Menguntit seseorang untuk melihat kesetiaannya pada pasangan dan menyelidiki perselingkuhan yang mungkin atau tidak ia lakukan, juga tentu saja melanggar privasi orang tersebut.
"Itu masuk wilayah privasi orang. Kita kan bukan penegak hukum, sama-sama warga negara biasa," ucapnya.
Meski begitu, Ulin mengaku tak pernah ketahuan saat menjalani pekerjaannya sebagai detektif.
Saat ditanya soal pelakor dan apa yang menyebabkan orang selingkuh, ia juga mengaku tidak tahu menahu. Yang pasti, menurut dia itu adalah urusan hati seseorang. Yang mengejutkan, Ulin menilai bahwa Anda sebenarnya tidak perlu menyewa jasa detektif perselingkuhan hanya untuk mengetahui kesetiaan pasangan. Apalagi biayanya pun tidak murah, dan yang apa yang Anda minta pun melanggar privasi orang. Ia lantas menyarankan untuk melakukannya dengan usaha sendiri.
"Untuk mencari tahu pasangan selingkuh atau tidak, cukup pakai hati. Bisa dilihat dari passion, attitude, habit yang berubah. Kalau sudah tahu, keputusan berikutnya kembali ke masing-masing orang," ujarnya bijak.
Sementara itu Samuel mengatakan bahwa baik dirinya dan sang istri juga tidak pernah kepikiran sekali pun untuk menyewa jasa detektif untuk menguji kesetiaan masing-masing.
“Ya enggak lah! Intinya kan kita sebagai pasangan suami istri juga sudah saling komitmen ya dari awal,” ucapnya.
Kata Psikolog
Saat tersakiti, keinginan untuk menunjukkan rasa sakit kepada publik semakin membuncah. Tak jarang berujung pada tindakan 'mem-bully' wanita yang telah membuat sang suami berpaling. Kasus pelakor yang viral di media sosial, tentu tak lepas dari komentar negatif warganet.
Namun, meski menjadi pihak yang tersakiti, mengunggah masalah rumah tangga Anda yang rusak gara-gara pelakor ke media sosial bukanlah solusi yang tepat. Mengunggah dan memviralkan kasus pelakor di media sosial, biasanya menjadi sebuah bentuk hukuman untuk wanita tersebut.
