Merawat Tradisi dengan Wisata Ziarah
- VoxPop/Daurina Lestari
"Saya suka ziarah, sering dulunya, sekarang dua bulan sekali. Biasanya zikir shalat dan doa. Baca yasin, tahlilan," katanya.
Sementara Siti Sukanti (64) rutin berkunjung ke makam Pangeran Jayakarta setiap Ramadan untuk berziarah mengunjungi para almarhum keluarga dan leluhurnya, yang merupakan keturunan Pangeran Jayakarta. "Satu keluarga ke sini setiap Ramadan, setiap tahun untuk melihat kuburan keluarga. Kakek, ayah, dan semua keluarga saya dimakam di sini," ucapnya.
Makam Sunan Ampel di Surabaya
![]()
Makam Sunan Ampel di Surabaya dibangun pada 1478 ketika Sunan Ampel meninggal. Jutaan peziarah, wisatawan nusantara dan mancanegara datang ke makam ini setiap tahunnya.
Makamnya ini ramai dikunjungi oleh para peziarah utamanya ketika menjelang bulan Ramadan bahkan di malam ganjil sekitar 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai wisata religi oleh Pemerintah Kota Surabaya di 1972.
Makam Sunan Kalijaga di Demak
Sunan Kalijaga merupakan salah satu sembilan wali penyebar agama Islam di Tanah Jawa. Makam yang terletak di Desa Kadilangu, Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini banyak didatangi oleh peziarah untuk mendapatkan berkah.
Sunan Kalijaga terkenal "Mandi Pangucape" (ucapannya manjur), konon apapun yang keluar dari mulut Sunan Kalijaga bisa terwujud. Banyak yang percaya datang ke makam dan berdoa di sana akan dimudahkan rezekinya, dinaikkan jabatannya, dipermudah jodoh, dan cepat mendapatkan apa yang diinginkan.
Masjid Agung Demak
![]()
Terletak di desa Kauman, Demak, Jawa Tengah. Masjid ini diyakini menjadi tempat berkumpulnya Wali Songo untuk membahas penyebaran Islam di Indonesia. Masjid Agung Demak didirikan oleh Raden Patah yang merupakan raja pertama Kesultanan Demak, pada sekitar abad ke-15 Masehi.
Di sekitar area masjid, terdapat beberapa makam raja Kesultanan Demak dan para abdi kesultanan, yang menjadi tujuan para peziarah. Selain itu, terdapat museum yang berisi sejarah dan riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.
Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon
![]()
Sunan Gunung Jati juga menyimpan kekeramatan dan kemistisan tersendiri, terutama di sekitar makam beliau. Ketika hari-hari besar keagamaan Islam, seperti Jumat kliwon, malam 1 Suro, atau Maulid Nabi, maka Makam Sunan Gunung Jati beserta daerah sekitarnya, menjadi sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah yang datang untuk berdoa dan memohon perlindungan dari Sang Pencipta.
