Potret Buram Kelalaian Orangtua

Ilustrasi bayi car seat
Sumber :
  • Pixabay/Publicdoaminpictures

Berikutnya, mobil bukan tempat aman>>>

img_title Menguak Penyebab Kematian Bayi Akibat Lahir Prematur

Mobil bukan tempat yang aman

Ilustrasi posisi mengemudi mobil.

img_title Balita Tewas di Kolam, Keluarga Sesalkan Pelayanan Hotel

Mengasuh dan menjaga balita di rumah bukanlah perkara mudah. Banyak kasus kecelakaan terjadi dalam rumah sebagian besar dialami anak, salah satunya karena lalai meninggalkan buah hati di dalam mobil.

Menurut National Highway Safety Traffic Administration, sebanyak 605 anak-anak di Amerika Serikat meninggal dalam mobil 'panas' dari tahun 1998 sampai 2013. Dan, angka ini terus bertambah dengan kejadian yang serupa di beberapa negara.

img_title Ibu 17 Tahun Tinggalkan Bayinya Hingga Tewas di Dalam Mobil

Auriemma, seorang aktivis di Kidsandcars.org. berujar bahwa mobil dapat menimbulkan banyak bahaya.

"Beberapa negara, bahkan sudah memberlakukan undang-undang yang memungkinkan seseorang untuk memecahkan jendela, jika mereka melihat anak yang mereka yakini berada dalam bahaya tanpa menghadapi implikasi hukum," ujar Auriemma.

Dilansir laman The Sun, Dr. Raj Kumar Maharajah, Vice-President dari The Medical Practitioners Coalition Association menegaskan soal dampak mengerikan yang dialami anak-anak ketika terjebak di dalam mobil.

1. Sengatan panas 

Saat seorang anak berada di kendaraan selama cuaca panas, ia bisa terkena sengatan panas atau kehilangan kontrol suhu tubuh atau rasa lelah yang hebat.

Sengatan panas atau heat stroke adalah bentuk paling parah dari luka panas dan keadaan darurat medis. Jika tidak diobati, bisa menyebabkan kerusakan organ yang bisa menyebabkan kematian.

Bahkan, dengan jendela terbuka sebagian, suhu di dalam mobil yang terparkir bisa meningkat dengan cepat dalam hitungan menit.

Anak yang berada di dalam mobil sendiri selama beberapa menit, akan mengalami gejala kulit kering, kemerahan dan panas, kelelahan, sakit kepala atau pusing, denyut nadi cepat dan kuat, halusinasi bahkan hingga tidak sadarkan diri.

2. Kehabisan oksigen

Dilansir Gulfnews, keracunan dalam mobil tak hanya terjadi pada mobil dalam kondisi menyala. Keracunan juga dapat terjadi pada saat mobil dalam keadaan mati dan tertutup rapat.

Penumpang yang terkunci dalam keadaan mesin mobil mati dan pintu mobil tertutup rapat, maka kadar Oksigen (O2) di kabin bisa habis dan berganti CO2 hasil buang pernapasan, sehingga penumpang akan saling menghirup karbon dioksida (CO2) hasil pernapasan penumpang lain di dalam mobil. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut