Diserang Virus Kiki Challenge
- YouTube
"Sesuatu yang dilakukan di jalan raya sebaiknya tidak dengan bercanda. Sebab, jalan raya bukan milik sendiri, punya banyak orang. Jalan raya bisa jadi area mematikan, dan ini banyak terbukti," tuturnya.
Jika benar-benar ingin melakukan tarian tersebut, ia mengimbau agar dilakukan di area yang tak umum, serta jangan biarkan mobil melaju sendiri. "Kalau enggak perlu ya enggak usah. Kecuali dilakukannya di area private atau tertutup, misalnya di lapangan yang kosong," kata dia.
Terkait banyaknya anak-anak yang latah mempraktikkan Kiki Challenge, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI Susanto menjelaskan bahwa peran orangtua sangat penting dalam hal ini.
“Orangtua perlu mengedukasi anak agar tidak melakukan Kiki Challenge di jalanan. Perlu kontrol dari orangtua dan masyarakat, karena ini berbahaya,” ungkapnya.
![]()
Selain itu menurutnya, tantangan itu juga bisa berdampak buruk bagi anak-anak. Yakni munculnya kebiasaan untuk berperilaku yang kurang tepat. “Joget boleh dan tak dilarang namun harus tepat waktu dan tempatnya. Tak boleh joget di pinggir jalan karena membahayakan,” tutur Susanto.
Hal senada dituturkan oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Menurutnya, konten-konten negatif yang ada di media sosial adalah bentuk dari tsunami teknologi. “Jika tidak dipersiapkan dengan baik, anak menjadi ketergantungan dan budak dari teknologi itu sendiri,” jelasnya.
Sama seperti Susanto, Arist juga mengimbau orangtua untuk melek teknologi dan memberi batasan pemberian gawai pada anak. “Regulasi tidak menyelesaikan masalah. Orangtua tidak sekadar memberikan gawai untuk menyenangkan anak, tapi juga mendidik,” kata dia.
