Rancangan APBN 2019, Antara Realistis dan Ekspansif
- REUTERS/Beawiharta
Selanjutnya, genjot konsumsi>>>
Genjot konsumsi
Selain tetap mendorong perekonomian, tahun politik 2019 mendatang, pemerintah juga memberikan perhatiannya pada kesejahteraan masyarakat miskin. Jaminan perlindungan sosial, khususnya bagi 40 persen penduduk termiskin, dinaikkan sebesar Rp31,9 persen atau sebesar Rp381 triliun dari outlook 2018 sebesar Rp287 triliun.
Jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menuju ke 96,8 juta jiwa. Selain itu, dalam RAPBN 2019, pemerintah memperkuat Program Keluarga Harapan (PKH) melalui peningkatan besaran manfaat 100 persen, dengan target sasaran 10 juta keluarga penerima manfaat.
Baca juga: Belanja Negara Rp2.439,7 Triliun, Jokowi Fokus Program Sosial
Sementara itu, sasaran Bantuan Pangan non-Tunai ditingkatkan secara bertahap menuju 15,6 juta keluarga penerima manfaat untuk menggantikan program beras sejahtera. Selain itu, gaji pegawai negeri sipil (PNS) pun akan dinaikkan tahun depan, sehingga konsumsi masyarakat pun bisa terdongkrak.
![]()
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, target-target RAPBN yang dipatok dengan prediksi bahwa sumbangan dari aspek konsumsi semakin tumbuh dan meningkat tahun depan.
"Konsumsi kami prediksi masih akan tumbuh di kisaran lima persen dan menyumbang 56 persen dari total GDP," kata Sri di Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018.
Lebih lanjut, Sri menjelaskan, tumbuhnya konsumsi juga merupakan hasil dari adanya perbaikan pendapatan masyarakat dan upaya pemerintah menjaga level inflasi yang rendah, yakni sekitar 3,5 persen.
Sementara itu, dengan meningkatnya belanja infrastruktur pemerintah, konsumsi pemerintah pun akan terkerek. Sri meyakini, upaya itu bisa menggenjot konsumsi pemerintah pun masih akan tumbuh di angka 3,0 persen. (asp)
