Pupus Harapan Hidup di Planet Merah

Foto selfie probe InSight di Planet Mars.
Sumber :
  • NASA

Mars One mengaku optimistis bahwa teknologi akan tersedia untuk mengatasi semua hambatan. Mereka juga bersikeras bahwa ajakan ke Planet Merah, bukanlah sekadar gimmick marketing atau strategi pemasaran demi meraup keuntungan semata.

img_title Lolly Sukses Dapat 2 Beasiswa, Nikita Mirzani: Dari Planet Mars Mungkin

Selain itu, pertanyaan lain yang diajukan adalah mengenai proses seleksi menjadi sukarelawan, serta kondisi keuangan Mars One. Bagaimana pun juga, kolapsnya Mars One Ventures akan mempengaruhi masa depan dari organisasi nirlaba, Yayasan Mars One, yang dananya berasal dari para anggota dan karyawannya itu, masih belum pasti.

Jauh sebelumnya, misi mendaratkan dan mendirikan koloni manusia di Mars sudah diprediksi memiliki tantangan. Hasil penelitian ilmuwan NASA menunjukkan misi ke Mars itu bisa membuat kulit astronaut bisa menipis.

img_title Pemerhati UFO Klaim Temukan 'Pintu' Alien di Mars

Kesimpulan itu disampaikan ilmuwan NASA, setelah menguji tikus. Pada tikus yang berada di stasiun luar angkasa internasional (ISS) menunjukkan adanya penipisan kulit sebanyak 15 persen.

Para ilmuwan menemukan, lamanya penerbangan ke luar angkasa bisa membuat kulit mereka menipis. Ini akan bertambah berat, karena kulit semakin menipis ketika astronaut lama berdiam di planet tersebut.

img_title Planet Mars Tidak Aman untuk Dihuni Manusia

Selain itu, kendala lainnya adalah radiasi luar angkasa yang cukup mematikan. Saat ini, tantangan terbesar yang dihadapi NASA adalah melindungi kru dari radiasi sepanjang perjalanan ke Planet Merah selama sembilan bulan.

Sementara itu, peneliti Universitas New Hampshire, Amerika Serikat, menemukan durasi eksplorasi ke Mars bakal terganggu radiasi kosmik Matahari. Disebutkan, akibat aktivitas Matahari yang tertekan, mengakibatkan angin Matahari mengalami kepadatan rendah abnormal dan medan magnet menguat.

Ancaman nyata

Kondisi ini memungkinkan radiasi berbahaya berkembang dekat angkasa luar. Peneliti mencatat, kondisi ini dimulai pada 2006, dan merupakan tingkat aktivitas Matahari terendah yang diamati pada masa eksplorasi ruang angkasa.

Peneliti mengingatkan, meski radiasi tampaknya tak cukup tinggi, kondisi ini bisa berdampak besar pada durasi misi eksplorasi ke Mars dan mengancam keselamatan astronaut.

Soal gambaran hidup di Mars, juga telah disampaikan oleh NASA. Dikutip dari situs Space.com, Ashwin Vasavada, Wakil Ilmuwan Mars Science Laboratory NASA, menyebutkan tantangan di Mars mulai dari musim, cuaca, kepadatan atmosfer.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut