Pupus Harapan Hidup di Planet Merah

Foto selfie probe InSight di Planet Mars.
Sumber :
  • NASA

Vasavada mengungkapkan, ada perbedaan musim pada belahan planet bagian selatan dan utara dari Mars. Di belahan selatan, musim dingin jauh lebih ekstrem, demikian juga dengan musim panas.

img_title Manusia Bisa Berwisata ke Mars

Sedangkan di belahan utara, astronaut akan mengalami tujuh bulan musim semi, enam bulan musim panas, kurang dari lima bulan musim gugur, dan sekitar empat bulan musim dingin.

Untuk diketahui, durasi waktu di Mars lebih lama dibanding Bumi. Satu tahun di Mars sama dengan 1,88 tahun durasi di Bumi dan sehari di Mars lebih kurang dari 24 jam waktu Bumi.

img_title Ada Popcorn di Mars

Sementara itu, suhu rata-rata di Mars, yaitu minus 60 derajat celsius, dengan suhu musim dingin minus 126 derajat celsius di dekat kutub, 68 derajat celsius pada musim panas di dekat khatulistiwa Mars.

Peneliti mencatat, suhu bisa berubah secara dramatis dalam waktu satu pekan. Vasavada mengatakan, variasi suhu di Mars itu berdampak pada badai debu kuat, yang kadang menyelimuti seluruh planet selama berhari-hari.

img_title Begitu Mendarat di Mars, Astronot Bisa Tinggal di Sini

Ia menekankan, meski badai tak mengancam fisik astronaut, tetapi badai tersebut bisa menyumbat instrumen elektronik bertenaga surya.

Kondisi atmosfer Mars juga sangat tipis, hanya satu persen dari kepadatan atmosfer Bumi. Jadi, atmosfer hanya efektif membakar meteor yang lebih kecil dari kelereng.

Namun, Vasavada mengatakan, meteor yang lebih besar jarang masuk ke Mars. Aktivitas vulkanik dan teknotik, juga tak perlu dikhawatirkan.

Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai, menurut Vasavada, yaitu bahaya radiasi. "Hal utama yang perlu dikhawatirkan astronaut, yaitu radiasi dari luar angkasa," kata dia.

Sebab, tak seperti di Bumi, Planet Mars tak memiliki medan magnet global dan atmosfer tebal yang bisa melindungi permukaan dari radiasi.

Vasavada juga menyoroti soal komunikasi antara Mars dan Bumi, yang butuh waktu. Hal ini menjadi susah, saat astronaut tengah menghadapi ancaman. Disebutkan pesan yang dikirim ke Bumi butuh waktu rata-rata 15 menit.

Meski banyak tantangan, tidak membuat planet tetangga Bumi itu sepi eksplorasi. Justru sebaliknya. Kian hari, membuat kepala ilmuwan antariksa kian penasaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut