Dilan 1991, Serangan Sentimental Sang Panglima Tempur
- Max Pictures
Maman juga menuturkan jika pembangunan tersebut tidak memiliki kontribusi apapun terhadap masyarakat Jawa Barat.
"Itu termasuk kebudayaan populer yang merasuki masyarakat dan para pejabat kita. Kalau memang mau sistemnya seperti itu, pertama, apa kontribusinya bagi masyarakat. Kalau sekadar heboh-hebohan seperti itu, itu namanya pengkarbitan, ikut heboh yang sebetulnya kontribusinya itu belum jelas," kata dia.
Ody Mulya, selaku Produser Max Pictures Rumah Produksi film Dilan 1991, menanggapi riak-riak tersebut. Menurutnya, soal Dilan Corner adalah hal yang biasa, sebab berkaitan dengan pariwisata. Jika Belitung punya Laskar Pelangi, maka mengapa Bandung tidak bisa berbangga punya Dilan.
“Pro kontra pasti ada ya. Tapi kita lihat Bandung kan banyak spot, mungkin dengan Dilan yang sudah booming kemarin, (jadi) diapresiasi. Akhirnya dibuat Dilan Corner ya untuk edukasi lebih ke pendidikan tentang film. Jadi menurut saya positifnya saja yang diambil,” tutur Ody.
![]()
Tak berhenti di sana, Dilan 1991 pun mendapat penolakan dari Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 28 Februari 2019. Sejumlah adegan dalam film ini dianggap mempertontonkan hal yang tak bermoral, melanggar hukum, dan tidak layak untuk budaya Bugis-Makassar. Khususnya adegan kekerasan di lingkungan sekolah antara murid dan gurunya.
"Banyak adegan dalam film Dilan 1991 yang tidak bermoral, mempertontonkan adegan yang tidak bermoral untuk adat Bugis atau Makassar," ucap Mika, salah satu orator aksi demonstrasi di depan Studio XXI Mal Panakukang Makasssar.
Namun tentu tidak semua anak muda Makassar mendukung aksi ini. Yuyun misalnya, perempuan 23 tahun itu menganggap, aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Nasional tersebut kurang tepat, karena melakukan aksi sampai di area bioskop.
"Cara kritiknya terlalu berlebihan. Mahasiswa itu secara tidak langsung juga memberikan contoh yang lebih parah, karena demonstrasi untuk mengkritik bukan budaya sopannya Bugis-Makassar," ucapnya.
Berkaitan dengan tayangan film Dilan 1991, Yuyun beranggap tak perlu untuk diperdebatkan lagi. Sebab, kata dia, film tersebut sudah dinyatakan lulus sensor.
Menggempur Rekor Box Office
![]()
Meski dengan sejumlah riak-riak pengiring, toh Dilan 1991 tetap melenggang mulus mengukir sejarah perfilman. Di hari pertama penayangan serentak se-Indonesia, Kamis, 28 Februari 2019, sekuel Dilan 1990 ini menguasai lebih dari 1000 layar. Produser Max Pictures, Ody Mulya mengatakan, 791 di antaranya merupakan layar XXI.
