Antara Torehan Sejarah Jokowi dan SBY di Australia

Presiden Joko Widodo disambut Gubernur Jenderal Australia David Hurley di Canberra, Minggu 9 Februari 2020.
Sumber :
  • BPMI Setpres

VoxPop – Akhir pekan lalu Presiden Joko Widodo berada di Canberra, Australia. Kunjungan kenegaraan untuk bertemu para pejabat, termasuk Perdana Menteri Scott Morrison.

img_title Jokowi Ngevlog dan Jalan-Jalan Sama Cucu Naik MRT, Sempat Dihentikan Warga karena...

Kunjungan Jokowi cukup spesial, Disebut-sebut membawa 'hadiah' perjanjian perdagangan bilateral untuk Australia. Kedua negara telah menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA), Maret tahun lalu.

"Ini adalah masa bersejarah," kata Phil Turtle, Presiden Australia Indonesia Business Council.

img_title Iring-iringan Jokowi Lewati Dukuh Atas, Warga Teriak: Terima Kasih Pak Jokowi

Lewat perjanjian IA-CEPA, 99 persen ekspor Australia akan diizinkan masuk ke Indonesia bebas tarif. Ekspor Indonesia ke Australia pun akan bebas tarif.

Kesepakatan lainnya universitas-universitas Australia, diizinkan membuka kampus di Indonesia. Dan juga pebisnis Australia diizinkan memiliki saham mayoritas dalam bisnis telekomunikasi, transportasi, kesehatan dan energi di Indonesia.

img_title Airlangga: Leadership Pak Jokowi Luar Biasa, Seluruh Rintangan Berhasil Dilalui

Lainnya, mereka yang akan membuka hotel atau resor di Indonesia dapat memiliki saham sepenuhnya. Kuota visa liburan sambil bekerja di Australia untuk warga negara Indonesia, akan ditingkatkan dari 1.000 menjadi 4.100 per tahun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan, salah satu fokus pertemuan antara kedua pemimpin adalah pembahasan ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

"Kita juga sama-sama memaklumi memasuki tahap akhir proses ratifikasi IA-CEPA, dan akan ada peluncuran Plan of Action sebagai acuan pelaksanaan," kata Faizasyah di Kantor Kemenlu.

Direktur Asia Timur dan Pasifik Kemenlu, Santo Darmosumarto juga menyebutkan kunjungan Jokowi sangat penting dari sisi hubungan bilateral kedua negara.Mengingat 2020 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik RI-Australia.

Presiden Jokowi di Australia

Di sana Jokowi mengunjungi kawasan Mount Ainslie di Canberra, Australia, untuk melihat dan mempelajari pembangunan Canberra sebagai ibu kota Australia.

"Kita ingin mendapatkan sebuah bayangan seperti apa sebetulnya Kota Canberra, bagaimana dikelola, kemudian dimulainya seperti apa," kata Jokowi dalam keterangan pers.

Kota Canberra dibangun pada tahun 1913, dan saat ini memiliki penduduk sekitar 400 ribu jiwa. Dari Mount Ainslie yang memiliki ketinggian 843 meter di atas permukaan laut, Presiden melihat tata kota Canberra sangat baik.

Jokowi tertarik untuk mengadopsi hal tersebut, dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan nanti. "Tata kotanya sangat bagus sekali dan yang baik-baik akan kita ambil untuk pembangunan ibu kota baru," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut