Sri Mulyani Kejar Setoran Receh Cukai yang Manis dan Kotor

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

Jadi, harga ketiga jenis produk itu, apa pun nama atau mereknya, kelak akan naik di kisaran Rp1.500 sampai Rp2.500 per liter. Harga yang lebih mahal diharapkan mengurangi konsumsi gula untuk menekan risiko penyakit mematikan seperti diabetes yang dapat menyebabkan stroke sampai gagal ginjal.

img_title Purbaya Majukan Pembukaan Lowongan Kerja buat Lulusan SMA di Bea Cukai Bulan Ini

Rencana penerapan cukai untuk kendaraan bermotor yang menghasilkan gas buang atau asap knalpot mobil atau sepeda motor, tidak hanya untuk mengurangi polusi udara, melainkan juga mendorong penggunaan kendaraan berbasis listrik, yang emisinya rendah. Kebijakan itu, selain memang menjadi program pemerintah, dunia kini mulai beralih pada kendaraan masa depan dengan mesin bertenaga listrik, bukan lagi berbahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak.

Nilai potensi penerimaan negara dari komponen itu sebesar Rp15,7 triliun, yang didasarkan pada asumsi sekurang-kurangnya sama dengan nilai penerimaan pajak penjualan barang mewah menggunakan skema dan besaran tarif yang sama pada 2017. Tetapi, ada pengecualian: kendaraan umum, kendaraan pemerintah, kendaraan keperluan khusus seperti ambulans dan pemadam kebakaran, dan kendaraan untuk kebutuhan ekspor tidak dikenakan cukai.

img_title Jika Rasio Pajak Tembus 11 Persen, Purbaya Bakal Kasih Bonus ke Pegawai Kemenkeu

Didukung sekaligus dikritik

Sri Mulyani memang sedang mengejar tambahan penerimaan negara, yang salah satunya diharapkan dari cukai ketiga jenis produk itu. Tetapi mantan pejabat tinggi Bank Dunia itu memahami, meski telah disetujui oleh DPR, tak serta-merta diberlakukan. Sebab, kondisi Indonesia sekarang memang melemah, dan jika dipaksakan dikhawatirkan akan menambah beban. Karena itu, waktu penerapan dan besaran tarifnya akan dikaji ulang.

img_title Gus Lilur: Penambahan Layer Cukai Instrumen Selamatkan Industri Rakyat

Namun, sang Menteri juga diingatkan bahwa, jika kebijakan cukai-cukai itu diterapkan kelak, dananya mestinya juga dipakai untuk menyokong kebijakan ramah lingkungan dan kesehatan. "Misalnya, soal cukai kendaraan bermotor itu uang hasil cukai untuk memberikan insentif bagi mobil listrik, atau bahkan insentif untuk ekspor kendaraan ke luar negeri," kata Bhima Yudhistira Adhinegara, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Dibandingkan dengan sejumlah negara lain, misal saja negara-negara di Asia Tenggara, kata Bhima, jumlah barang kena cukai di Indonesia tergolong sedikit. Bahkan, pengenaan cukai bagi kendaraan bermotor dengan emisi CO2 sudah lama diterapkan di Thailand dan Vietnam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut