Meruntuhkan Dominasi Thailand di Sektor Otomotif
- VoxPopnews/Herdi Muhardi
Menurut Chief Executive Officer (CEO) Honda Automobile Thailand, Pitak Pruittisarikorn, semua bentuk kerja sama perdagangan bebas, baik bilateral maupun regional, akan sangat menguntungkan.
"Saat ini, Thailand masih unggul dari Brunei, Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Namun, apabila negara-negara tersebut mulai memproduksi mobil, atau Indonesia memutuskan untuk bergabung ke TPP, maka dampaknya akan sangat besar pada Thailand," ujar Pitak.
Selanjutnya….rencana Gaikindo
Hari ini, Selasa 23 Februari 2016, Gaikindo baru saja melakukan pemilihan ketua umum periode 2016-2019. Berdasarkan hasil rapat, terpilih Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Yohannes Nangoi.
Menurut Yohannes, pihak agen pemegang merek (APM) diharapkan dapat bekerja sama dengan para principal, sehingga penjualan ekspor untuk kendaraan bermotor akan semakin meningkat.
"Untuk ekspor itu, para pabrikan di Indonesia harus bekerja sama dengan prinsipalnya di negara masing-masing. Mereka harus bekerja sama, karena pasar ekspor itu hanya bisa dibuka dengan prinsipalnya," kata Yohannes.
Sementara itu, menurut Ketua Umum Gaikindo periode sebelumnya, Sudirman MR, ada beberapa pekerjaan rumah Gaikindo yang harus segera diselesaikan pengurus yang baru.
Salah satunya adalah meneruskan kebijakan pemerintah mengenai peraturan Menteri Perindustrian dan Direktur Jenderal ILMATE, tentang pelaksanaan Low Carbon Emission Program (LCEP), berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 41 tahun 2013.
Sebelumnya, program kendaraan murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) yang dibuat pemerintah bisa dianggap sebagai batu pijakan untuk langkah ekspor.
Beberapa mobil yang masuk kategori LCGC, seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla dan Suzuki Karimun Wagon R, berhasil diekspor ke Filipina dan Pakistan.
Kemudian, Gaikindo juga akan berdiskusi dengan pemerintah untuk membahas mengenai Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk jasa perdagangan, yang salah satunya mengatur mengenai distribusi kendaraan bermotor.
Selain itu, organisasi yang juga mulai menyelenggarakan pameran berskala internasional sejak tahun lalu itu akan duduk bersama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, terkait proses Penerbitan SUT (sertifikat uji tipe) dan SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe).
(asp)
