Diplomasi Terbuka Dukung Palestina Merdeka
- OIC-ES2016/Widodo S. Jusuf/pras/16.
Israel pasti geram dengan langkah Indonesia, karena Israel sangat ingin Indonesia berpihak pada mereka. Salah satu contoh adalah tindakan Israel yang tidak memberikan izin over flight bagi helikopter Angkatan Udara Yordania yang akan membawa menlu dan rombongan ke Ramallah.
Izin yang tak keluar membuat pelantikan Konhor dilakukan di Amman, Yordania.
Sukamta juga mengakui Israel pasti akan menolak langkah Indonesia, atau mungkin meminta Indonesia melakukan hal yang sama. Ia meminta pemerintah tak melakukan hal yang sama pada Israel (membuka Konhor).
“Bukan berarti setelah membuka Konhor di Palestina, kita juga akan membuka hal sejenis di Israel. Amanah konstitusi kita adalah anti penjajahan dan kita sangat tidak berpihak kepada imperialisme-kolonialisme,” dia mengingatkan.
Kekhawatiran Sukamta bisa jadi tak beralasan. Sejak membuka KTT Luar Biasa OKI, Presiden Jokowi sudah meminta dengan tegas agar Israel menghentikan aksi-aksi ilegal mereka di Palestina.
“Batas toleransi masyarakat internasional terhadap aksi Israel di Palestina sudah selesai. Israel harus segera menghentikan aksi-aksi ilegal mereka di wilayah Palestina. Israel harus berhenti melakukan pendudukan dan tindakan sewenang-wenang mereka di Palestina dan wilayah Al Quds As Syarif, karena itu adalah wilayah resmi Palestina,” kata Jokowi.
Pembukaan Konsulat Kehormatan Indonesia di Palestina sudah diresmikan. Kini warga Indonesia punya kesempatan menembus jantung Palestina. Langkah ini sudah lebih dari sekadar basa-basi diplomasi, namun dukungan nyata dari Indonesia bagi Palestina merdeka.
Laporan: Dinia Adrianjara
