Merajut Golkar Baru

Pendaftaran bakal calon ketua umum Partai Golkar.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Muhamad Solihin

Kelima, Airlangga Hartanto. Lahir di Surabaya 1 Oktober 1962. Ia pernah menjabat ketua Komisi VII DPR untuk periode 2006-2009 dan berangkat dari Partai

img_title Airlangga Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2-5,4 Persen di Kuartal II 2026, Bantah Ada Perlambatan

Di DPR, Airlangga sudah duduk dua periode sejak 2006-2014. Mantan  Ketua Asosiasi Emiten Indonesia periode 20011-2014 ini terkenal sebagai pengusaha ulet dan mewakili Jawa Barat saat duduk di DPR.

Peraih gelar MBA dari Monash University Australia tahun 1996 dan Master of Management Technology (MMT) dari University of Melbourne, Australia, tahun 1997, merupakan anak dari Ir. Hartarto yang pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).

img_title Airlangga Buka Suara soal Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Minta Publik Percaya pada Institusi BI

Dan keenam, Priyo Budi Santoso. Lahir di Trenggalek Jawa Timur, 30 Maret 1966. Ia pernah duduk di DPR sebagai wakil ketua pada periode 2009-2014 mewakili Partai dari daerah pemilihan Surabaya.

Ia pernah tercatat sebagai ketua umum untuk organisasi trikarya (Soksi, MKGR, dan Kosgoro 1957). Priyo juga dikenal kerap menerbitkan karya tulis. Salah satu yang cukup populer yakni buku berjudul Birokrasi Pemerintah Orde Baru: Perspektif Kultural dan Struktural.

img_title Airlangga Usulkan Sawit Bebas Tarif 10 Persen AS, Sejumlah Komoditas Ekspor RI Masih Menunggu Keputusan USTR

Karir politik Priyo di Golkar terbilang cemerlang. Sejak tahun 1998, ia pernah menjadi Sekretaris Korwil VII DPP Partai , lalu menjadi ketua DPP ormas MKGR tahun 1999, wakil sekjen DPP Partai Golkar 2004-2009. Masa konflik Partai Golkar 2015, Priyo memilih berbaris di kubu Ancol bersama Agung Laksono.

Tantangan Besar
Lantas siapa yang layak menjadi ketua umum ? Tentu ini bisa terjawab jika Munaslub jadi diselenggarakan di Bali nantinya pada akhir Mei 2016.

Namun, setidaknya siapa yang memimpin ke depan memang dibutuhkan figur yang bisa merajut Golkar menjadi parpol yang lebih baik. Sebab polemik yang terkesan laten, menjadi tantangan besar yang harus dirampungkan.

Dan tentunya, salah satu yang terpenting adalah mereka harus mampu mengembalikan citra menjadi parpol yang bisa unggul dalam pemilihan kepala daerah.

Ketua Komite pemilihan calon ketua umum , Rambe Kamarul Zaman, merinci setidaknya ada tiga poin penting yang harus dipegang oleh calon ketua umum.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut