Pergantian Kepala BIN, Regenerasi atau Politik Akomodasi?
- VoxPopnews/Ikhwan Yanuar
Namun dari perspektif politik Idil, bongkar pasang jabatan Kepala BIN tak semata karena perlunya ada regenerasi. Buktinya, kata dia, BG juga bukan figur yang muda bahkan bakal segera pensiun dari korps Polri. Dibandingkan alasan regenerasi, Idil memandang langkah Presiden ini cenderung sebagai bentuk politik akomodasi.
“BG sebentar lagi juga akan pensiun. Politiknya di sana. Saya kira bukan masalah regenerasi,” kata Idil.
Diketahui sebelumnya bahwa BG sempat diajukan sebagai calon Kapolri oleh Jokowi dan lolos dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR. Namun BG yang dikenal cukup dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu urung dilantik tatkala terganjal kasus rekening gendut dan menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Jabatan Kapolri lalu beralih ke Badrodin Haiti. Namun BG belakangan memenangkan gugatan praperadilan atas KPK soal penetapannya sebagai tersangka.
Diprediksi Mulus
Diajukan sebagai calon tunggal, DPR punya dua pilihan, menerima atau mengapkir kandidat yang diajukan Presiden. Namun langkah BG di Senayan diperkirakan bakal tanpa hambatan.
Ketua DPR, Ade Komarudin, mengatakan akan segera melakukan rapat pimpinan fraksi pada Senin pekan depan. Soal pencalonan BG dipandang Ade sebagai hal yang baik. Dia mengatakan bahwa figur BG dipandang para anggota Dewan, cukup positif.
Sementara anggota Komisi I dari sejumlah fraksi juga cenderung sepakat atas pengajuan nama BG saat dimintai tanggapannya. Anggota dari fraksi PDIP, PKS dan PPP memperkirakan jalan BG bakal mulus di Senayan. Bahkan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, juga langsung sigap memerintahkan fraksinya “mengamankan” BG di DPR. Hal senada disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem, Johnny G Plate.
Politikus PKS, Fahri Hamzah, yang biasanya bersuara miring terhadap kebijakan Jokowi kali ini turut memuji. Sosok BG diukurnya sebagai figur yang cerdas. Profil Wakapolri yang tak banyak bicara itu dipercaya pas menjadi seorang bos intelijen. Karier BG sebagai orang nomor dua di Kepolisian menurutnya sudah cukup menjadi bukti kapabilitas BG.
“Soal kecerdasan, BG termasuk polisi yang paling banyak menulis dalam lima sampai 10 tahun terakhir. BG orangnya tak suka bicara tapi menulis, analitik dan cukup kuat baca keadaan,” kata Fahri Hamzah di Gedung DPR.
