Muslihat Uang Gaib Dimas Kanjeng

Taat Pribadi, Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo Jawa Timur. Lelaki ini mengaku dirinya bisa menggandakan uang dan kini menjadi tersangka penipuan dan pembunuhan.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Istimewa

Karena itu, banyak orang hendak menjadi santri di padepokan milik Taat Pribadi. Mulai dari warga biasa, polisi, TNI, pejabat bahkan hingga pejabat daerah pun terbius pesona Dimas Kanjeng.

img_title Kerugian Dana Penipuan Jauh Lebih Besar dari yang Diselamatkan, OJK Ungkap Penyebabnya

Dan sebagai penambah keyakinan pengikut. Di padepokan ini juga kerap digelar pengajian dan istighasah sehingga semua orang meyakini bahwa apa yang dijalankan Taat Pribadi sesuai syariat Islam.

Tak ada syarat susah untuk menjadi santri disini. Cukup bayar mahar dengan nominal tertentu dan aktif pengajian. Nanti, mahar-mahar itu akan digandakan oleh Dimas Kanjeng. Kabarnya, uang Rp1 juta akan digandakan menjadi 100 kali lipat atau menjadi Rp1 miliar.

img_title Korban Hanania Travel Tembus 1.430 Orang, Polisi Kejar Jejak Aliran Dana

Semakin banyak uang titipan, maka semakin besar uang pengganda yang didapat penyetornya. Lalu bagaimana syarat agar uang itu bisa didapat kembali? Dari berbagai informasi terhimpun, prasyarat wajib yang harus dimiliki penyetor adalah ikhlas.

Pemimpin Padepokan Kanjeng Dimas, Taat Pribadi.

img_title Davina Karamoy hingga Awkarin Kembalikan Uang dari Hanania Travel ke Polisi, Sudah Ratusan Juta Disita

FOTO: Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Ya, ikhlas atau dengan kata lain menyerahkan sepenuhnya tanpa ada perasaan menyesal uang kepada Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Tidak ikhlasnya penyetor akan membuat semakin lama uang mereka kembali. Dan satu catatan pentingnya adalah uang yang disetor itu, tidak menggunakan bukti kuitansi.

Singkatnya, Dimas Kanjeng Taat Pribadi di balik padepokan pengajiannya itu membuat Bank Gaib. Ia sebagai pemimpinnya mengumpulkan uang dari pengikutnya lalu menarik kembali uang yang disimpan di bank gaib tersebut. Dan tentunya, bank gaib itu bisa membuat uang yang disimpan menjadi berlipat-lipat ganda.

"Kemampuan menggandakan uang Dimas Kanjeng itu anugerah tuhan," ujar seorang pengikut setia Dimas Kanjeng, Marwah Daud Ibrahim.

Marwah Daud memang bukan orang sembarangan. Perempuan yang sempat dikenal sebagai cendikiawan muslim dan peneliti Bank Dunia itu adalah Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng.

 

Skandal pembunuhan
Di minggu ketiga September 2016. Secara mengejutkan ribuan personel polisi menyerbu kediaman Dimas Kanjeng. Padepokan seluas tujuh hektare itu pun penuh sesak polisi bersenjata lengkap.

Mirip drama penangkapan teroris. Rumah Dimas Kanjeng memang diserbu polisi. Rupanya, pria yang pernah dikeluarkan di salah satu kampus di Malang itu dituduh membunuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut