Muslihat Uang Gaib Dimas Kanjeng
- VoxPop.co.id/Istimewa
Karena itu, banyak orang hendak menjadi santri di padepokan milik Taat Pribadi. Mulai dari warga biasa, polisi, TNI, pejabat bahkan hingga pejabat daerah pun terbius pesona Dimas Kanjeng.
Dan sebagai penambah keyakinan pengikut. Di padepokan ini juga kerap digelar pengajian dan istighasah sehingga semua orang meyakini bahwa apa yang dijalankan Taat Pribadi sesuai syariat Islam.
Tak ada syarat susah untuk menjadi santri disini. Cukup bayar mahar dengan nominal tertentu dan aktif pengajian. Nanti, mahar-mahar itu akan digandakan oleh Dimas Kanjeng. Kabarnya, uang Rp1 juta akan digandakan menjadi 100 kali lipat atau menjadi Rp1 miliar.
Semakin banyak uang titipan, maka semakin besar uang pengganda yang didapat penyetornya. Lalu bagaimana syarat agar uang itu bisa didapat kembali? Dari berbagai informasi terhimpun, prasyarat wajib yang harus dimiliki penyetor adalah ikhlas.
![]()
FOTO: Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Ya, ikhlas atau dengan kata lain menyerahkan sepenuhnya tanpa ada perasaan menyesal uang kepada Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Tidak ikhlasnya penyetor akan membuat semakin lama uang mereka kembali. Dan satu catatan pentingnya adalah uang yang disetor itu, tidak menggunakan bukti kuitansi.
Singkatnya, Dimas Kanjeng Taat Pribadi di balik padepokan pengajiannya itu membuat Bank Gaib. Ia sebagai pemimpinnya mengumpulkan uang dari pengikutnya lalu menarik kembali uang yang disimpan di bank gaib tersebut. Dan tentunya, bank gaib itu bisa membuat uang yang disimpan menjadi berlipat-lipat ganda.
"Kemampuan menggandakan uang Dimas Kanjeng itu anugerah tuhan," ujar seorang pengikut setia Dimas Kanjeng, Marwah Daud Ibrahim.
Marwah Daud memang bukan orang sembarangan. Perempuan yang sempat dikenal sebagai cendikiawan muslim dan peneliti Bank Dunia itu adalah Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng.
Skandal pembunuhan
Di minggu ketiga September 2016. Secara mengejutkan ribuan personel polisi menyerbu kediaman Dimas Kanjeng. Padepokan seluas tujuh hektare itu pun penuh sesak polisi bersenjata lengkap.
Mirip drama penangkapan teroris. Rumah Dimas Kanjeng memang diserbu polisi. Rupanya, pria yang pernah dikeluarkan di salah satu kampus di Malang itu dituduh membunuh.
