Memburu Penyebar Isu Rush Money
- VoxPop.co.id/Ikhwan Yanuar
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal III 2016 mencapai Rp155,3 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 10,7 persen dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp140,3 triliun. Angka tersebut menunjukan bahwa investor masih percaya terhadap ekonomi Indonesia.
Kacaukan Perbankan
Isu rush money kemudian juga ditindak lanjuti pihak berwajib, yaitu Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya yang menyatakan aksi tersebut sengaja dibuat agar sistem perbankan dalam negeri kacau dan tidak karuan.
Menurut dia, dengan adanya isu rush money aksi kriminal di dalam negeri seperti pencurian dan perampokan bisa meningkat, terlebih uang cash (tunai) bisa sangat mudah hilang dan dicuri atau dirampok. Beda halnya, bila uang tersebut tetap di sistem perbankan tentu akan terjaga dengan baik.
"Hasil analisis kami ada masyarakat yang memprovokasi. Memang ada pihak-pihak yang ingin mengacaukan sistem perbankan di Indonesia. Aksi provokasi," ujar Agung di Kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 21 November 2016.
Agung menambahkan, pihaknya juga saat ini telah mengidentifikasi 70 akun media sosial di Twitter dan Facebook yang diduga menyebarkan informasi bohong atau hoax soal rush money ini.
Pihak kepolisian mengakui, 70 akun media sosial yang menyebarkan isu ini masih perlu di identifikasi keberadaan dan posisinya. Penyebaran informasi ini, lanjut Agung bukan berkelompok, melainkan sendiri-sendiri sehingga harus disikapi masyarakat dengan baik agar tidak keliru.
