Rolls-Royce 'Setrum' PLN
- Istimewa
KPK Diminta Usut
Komisi VII DPR DPR yang membawahi bidang energi dan sumber daya mineral, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menindaklanjuti temuan lembaga antikorupsi Inggris itu.
"Ya, saya kira diungkap saja, dan itu pasti sudah menjadi bahan untuk Komisi Pemberantasan Korupsi. Tentu harus ada perlakuan yang sama, kepada lembaga mana pun, kepada siapa pun," kata Ketua Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu, kepada VoxPop.co.id, Senin, 23 Januari 2017.
Praktik korupsi dalam temuan yang diungkap SFO itu terjadi pada tahun 2007, namun Gus Irawan mengaku belum pernah mendengar ada praktik kotor seperti itu.
Walaupun praktik itu diduga telah berlangsung sejak lama, tapi dia menilai kasus tersebut tetap harus segera diusut. Apalagi temuan itu diperoleh dari lembaga yang juga mengungkap kasus suap Emirsyah Satar. Karena itu, KPK dinilai tepat untuk masuk, menyelidiki dugaan keterlibatan sejumlah pejabat PLN.
"Belum kedaluwarsa itu. Kami persilakan supaya bisa diusut saja, agar tidak ada kesan tebang pilih, supaya ada pembelajaran juga. Saya kira ini harus diperlakukan sama lah, dibuka saja segera," ujar Gus.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi VII, Kurtubi. Politikus Partai Nasdem itu menilai temuan SFO sangat serius. Sehingga, KPK harus segera mengecek temuan SFO itu.
"Harus diusut tuntas. Mantan Direktur Garuda saja jadi tersangka, pejabat PLN juga harus diperiksa. SFO ini kan KPK-nya Inggris, datanya bisa valid. KPK Indonesia harus menindaklanjuti ini," kata Kurtubi kepada VoxPop.co.id.
Setali tiga uang, anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dalimi, menilai kasus dugaan suap dalam proses tender antara PLN dengan Rolls-Royce, harus diungkap. Sebagaimana komitmen pemerintah Indonesia, ingin memerangi kejahatan korupsi.
"Pemerintahan yang sekarang dan dahulu mulai sejak KPK ada, itu sudah bertekad ingin memberantas, makanya ditangkapi. Jadi saya rasa korupsi memang harus diberantas," kata Rinaldy kepada VoxPop.co.id.
Ketua Komisi VI DPR, Teguh Juwarno, mengapresiasi KPK yang membongkar skandal korupsi mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. Dia berharap, KPK juga membongkar dugaan korupsi yang terjadi di BUMN lain.
