Drama Korea di Ujung Tanduk
- istimewa
Tiongkok mengeluarkan larangan terhadap kegiatan artis K-Pop di negara tersebut. Larangan tersebut termasuk konser dengan penonton lebih dari 10.000 orang.
"Perusahaan hiburan China dilaporkan didenda sebesar 17 juta won (sekitar Rp202 juta) karena menggelar konser sebuah grup idol yang belum disetujui pemerintah China. Mereka diminta mengembalikan tiket dua kali lipat dari harga asli," kata sumber seperti dilansir dari South China Morning Post.
Pemerintah setempat juga tak menyetujui drama Korea terbaru. Tak hanya itu, pemerintah Tiongkok juga mengedit sejumlah iklan yang dibintangi artis-artis Hallyu.
Larangan ini cukup menjadi pukulan bagi industri hiburan Korea. Mengapa? Selama ini, Tiongok dianggap sebagai salah satu pasar yang menguntungkan bagi industri hiburan Korea. Maklum, pelarangan ini juga berlaku bagi pendanaan dan kerjasama dengan sejumlah perusahaan hiburan di Korea. Kerugian ini juga dirasakan industri kosmetik.
"Perusahaan kosmetik yang mendapat keuntungan dari pasar Tiongkok juga ikut menderita," tambahnya.
Dari konflik tersebut, hampir 31 proyek Korea Selatan dihentikan, dibatalkan atau ditunda sejak 16 Maret hingga 15 April, dan jumlahnya terus bertambah.
Hal ini menyebabkan penurunan peringkat, dan industri hiburan Korea mengalami kerugian yang sangat besar.
Setop Produksi dan Dipecah Jadi Dua Episode
Stasiun penyiaran Korea pun mengalami masa-masa sulit akibat perang dingin yang terjadi antara dua negara tersebut. Perusahaan televisi berusaha memangkas biaya produksi, yang melibatkan drama harian dan lebih memanfaatkan iklan paruh waktu.
SBS, salah satu dari tiga stasiun televisi besar di Korea membatalkan drama Would You Like a Taste, yang dijadwalkan syuting untuk menggantikan Love Is Drop by Drop. Pembatalan ini dilakukan bulan lalu.
"Masalah seperti pengurangan pasar iklan dan kenaikan biaya produksi membuat kami memanfaatkan sumber daya kami dengan lebih efektif," kata perwakilan Departemen Drama SBS seperti dilansir dari Soompi.
Bahkan, ada desas-desus bahwa MBC juga akan menghentikan drama yang ditayangkan larut malam mulai tahun depan.
Ada beberapa alasan stasiun televisi membatalkan produksi drama harian mereka. Drama harian memang menghasilkan rating yang tinggi, tetapi mereka tidak mampu meraup iklan, bahkan iklan pun relatif murah.
