Trump Diancam Lengser
- REUTERS/Joshua Roberts
Diberitakan oleh BBC, sebuah sumber di Kongres mengatakan, beberapa hari sebelum dipecat, Comey sempat menyampaikan permintaan pada anggota Parlemen, agar lembaganya diberikan sumber daya tambahan, terutama staf, untuk kepentingan penyelidikan mengenai keterlibatan Rusia dalam pemilihan Presiden AS. Gedung Putih segera membantahnya.
Penasihat Keamanan Presiden Trump, HR McMaster, mengatakan berita itu sangat keliru. "Tak ada informasi intelijen yang dibicarakan. Presiden Trump tidak menyebutkan satu pun operasi militer yang memang tak boleh bocor ke publik. Saya ikut hadir di ruangan itu dan menjadi saksi," ujar McMaster.
Sejak informasi itu beredar, Gedung Putih menjadi incaran jurnalis. Setiap hari mereka berbondong-bondong mencari informasi. Dilaporkan oleh independen.co.uk, pada Selasa, 16 Mei 2017, di sebuah ruangan tempat berkumpul para tangan kanan dan pembantu utama Trump sempat terdengar cekcok yang sempat didengar oleh wartawan. Bahkan dikabarkan sempat terdengar bentakan keras.
Di ruangan itu, diketahui Juru Bicara Gedung Putih Sean Spicer, Direktur Komunikasi Gedung Putih Michael Dubke, dan Pejabat Kepresidenan Steve Bannon sempat melakukan rapat mendadak sebelum bertemu dengan awak media.
Tuduhan soal pembocoran informasi pada Rusia yang dilakukan oleh Trump ternyata mendapat pembelaan dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut Putin, Trump tak membocorkan rahasia negara pada mereka. Diberitakan oleh Reuters, Putin bahkan menawarkan untuk membuka percakapan antara Presiden Donald Trump dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov.
Menghadapi tekanan publik, Departemen Kehakiman AS menyatakan akan menyelidiki dugaan adanya komunikasi dan pembocoran rahasia negara Trump dengan Rusia. Sebuah tim investigasi lalu dibentuk.
Departemen Kehakiman lalu menunjuk mantan Direktur FBI, Robert Mueller, untuk memimpin tim investigasi khusus itu. Menurut anggota Senat dari Partai Demokrat Richard Blumenthal, Mueller ditunjuk untuk menyelidiki apakah ada hubungan antara pejabat Rusia dengan Presiden Donald Trump selama masa kampanye 2016. Ia akan melakukan penyelidikan terkait "tuduhan pidana yang sangat serius, termasuk kemungkinan menghalangi keadilan."
Tabir rahasia kedekatan Trump dan Rusia makin menguak. Reuters memberitakan, tiga pejabat AS dan satu mantan pejabat membeberkan adanya komunikasi antara orang-orang terdekat Trump dengan Rusia. Menurut empat orang ini, seperti diberitakan Reuters pada 19 Mei 2017, terdapat 18 kali percakapan melalui telepon dan e-mail yang dilakukan oleh tim kampanye Trump dengan Rusia. Michael Flynn, penasihat keamanan Trump, dan Dubes Rusia untuk AS, Sergei Kislyak, disebut sebagai mereka yang terlibat dalam komunikasi.
