Jejak Baru Asal Usul Manusia
- www.telegraph.co.uk/University of Toronto
"Jadi, hanya ada sedikit dasar (lemah) untuk menerima klaim luar biasa bahwa fosil berusia 7,2 juta tahun dari Yunani adalah nenek moyang manusia tertua yang diketahui," ujar Potts.
Dalam bantahannya, Potts menjelaskan, 'masa kejayaan' kera terjadi Eurasia pada 12 sampai 10 juta tahun lalu. Kelompok primata yang beragam ini bermigrasi ke area garis lintang rendah (Afrika dan Asia) untuk menghindari pendinginan suhu belahan utara serta perubahan musim yang lebih kuat. Dengan fakta itu, ujarnya, klaim nenek moyang meninggalkan Eropa menjadi 'sedikit dukungan'.
"Saya menghargai analisis terperinci dari fosil rahang Graecopithecus freybergi, yang mana itu satu-satunya fosil dalam genus mahluk itu. Tapi menurut saya klaim peneliti dalam paper mereka melampaui bukti yang ada," jelas Potts.
![]()
Kritik juga dilontarkan dari mulut pakar paleontologi Institute of Human Origins, Arizona State University, Amerika Serikat, Jay Kelly.
Senada dengan Potts, dikutip dari The Washington Post, dia mengatakan klaim asal usul manusia dari Eropa sedikit dukungan dari para ahli. Kelly menggugat kesimpulan tim peneliti bahwa akar gigi geraham depan yang menyatu menunjukkan adanya hubungan dengan hominin. Dia menjelaskan akar gigi geraham depan menyatu bukanlah fitur konstan pada fosil hominin yang berbeda.
Kelly juga mengkritik, salah satu tim peneliti, David Begun berambisi memaksakan klaim nenek moyang manusia dari Eropa bermigrasi ke Afrika.
"David Begun telah berulang kali mengusulkan agar kera Afrika, manusia yang muncul di Eropa kemudian gorilla, simpanse dan manusia muncul dari anggota awal (manusia) Eropa yang migrasi ke Afrika," jelasnya.
Dalam emailnya, dia menegaskan, konsensus yang 'paling dekat' atas asal usul manusia yakni garis keturunan nenek manusia muncul dari Afrika atau teori besar Out of Africa.
Deretan peneliti lain yang 'melawan' tim peneliti itu bertambah. Profesor antropologi Universitas New York, Amerika Serikat, Susan C Anton juga hanya yakin dengan teori Ouf of Africa. Sebab sepanjang bukti yang kuat menunjukkan semua hominin kemudian berakar dan ditemukan di Afrika.
"Jadi penjelasan paling sederhana adalah ini adalah asal usul dari Afrika," ujar Susan.
