Pertaruhan Nasib Donald Trump
- Yahoo Finance
VoxPop – Proses impeachment atau pemakzulan Donald Trump masuk tahap baru. Hearing dan pemeriksaan saksi di Majelis Rendah DPR menjerat Trump atas dua poin, high crimes dan misdemeanors.
Masih ada tahap lanjut penentuan nasib politik presiden Amerika Serikat itu. Donald Trump bak berada di tubir pemakzulan. Namun, akankah dia jatuh?
High crimes dan misdemeanors merupakan dua dari empat hal yang dituliskan founding fathers AS. Empat hal ini yang bisa dijadikan pasal untuk penjungkalan presiden.
Poin itu termaktub dengan frasa “treason, bribery or other high crimes and misdemeanors”. Frasa tersebut terdapat di ayat 2 Pasal 4 Konstitusi AS. Para founding fathers itu memang disebut tidak merincikan tindakan-tindakan apa saja yang termasuk di dalamnya.
Namun, hal tersebut bukan semata soal adanya kejahatan pribadi sang presiden. Pada prinsipnya, pemakzulan adalah jalan yang dilakukan apabila presiden dianggap sudah membahayakan kebebasan dan negara.
Pemakzulan bukan diposisikan hukuman, melainkan sebuah prosedur untuk melindungi negara AS dan prinsip kebebasan yang dianutnya. Secara harafiah, high crimes dan misdemeanors, dua hal yang dikenakan itu bisa diartikan kejahatan dan penyalahgunaan kekuasaan.
![]()
Atas dasar tersebut, Majelis Rendah DPR Amerika Serikat yang didominasi Partai Demokrat menyimpulkan Donald Trump sudah melakukan hal jahat pula menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan pribadinya.
Dalam audiensi dan hearing para saksi yang tak dihadiri sekalipun oleh Donald Trump, presiden AS itu disimpulkan harus dimakzulkan segera. Namun, jelas keputusan Majelis Rendah bukan babak akhir. Keputusan ini masih harus disidangkan dan disetujui di DPR lalu kemudian dibawa ke Senat.
Donald Trump diseret ke proses pemakzulan lantaran diduga meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilansir BBC, untuk melakukan penyelidikan terhadap Hunter Biden. Hunter tak lain adalah putra kandung politikus Partai Demokrat Joe Biden yang akan maju menjadi pesaing Donald Trump di Pemilu 2020.
Hunter diketahui sempat bekerja di sebuah perusahaan gas besar di Ukraina pada saat ayahnya masih menjabat sebagai wakil presiden AS mendampingi Presiden Barack Obama saat itu.
