Desa Quran di Bogor, Warga yang Hafal 30 Juz Dapat Hadiah Umrah

Desa Penghafal Quran di Rancabungur, Bogor.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Muhahammad AR

VoxPop – 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan jadi keistimewaan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Di momen ini, kitab suci umat Islam Alquran diturunkan, dan terdapat keutamaan malam lailatul Qadar.

img_title Sambut HUT ke-500 Jakarta, Pemprov DKI Cetak 1.000 Alquran

Suasana 10 hari terakhir ini amat terasa di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Menyambut 10 hari terakhir berbagai kegiatan ditingkatkan dari mulai iktikaf di Masjid, sampai membaca Alquran di rumah masing-masing. 

Salah satu tradisi unik adalah terdapat lokasi takjil yang gratis bagi warganya. Cukup dengan membaca ayat maupun surat dalam Alquran, warga bisa membawa takjil yang disediakan.

img_title Isu Febrie Adriansyah Umrah Dibantah Kejagung: Gimana Mau Umrah, Sudah Dicekal!

Bagi warga penghafal Alquran yang akan meminta setoran surat. Pun, nanti warga lain membaca surat yang dihafalnya secara berbeda setiap harinya. 

Kegiatan ini menurut Kepala Desa Bantarsari, Lukmanul Hakim adalah bagian dari program desa Quran.

img_title Ibadah Pakai Uang Haram, Eks Kapolres Bima Umrahkan Keluarga dari Duit Setoran Sabu

"Pertama kami menginformasikan ke warga ingin membumikan Alquran di bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran. Dan, juga kami di desa mempunyai program  menjadi desa Quran, salah satu di antaranya kegiatannya adalah kita memberikan takjil gratis," kata Lukmanul, Selasa 4 Mei 2021.

Pantauan VoxPop, susana di jalan di desa itu mulai ramai dengan warga yang memburu takjil untuk berbuka puasa. Satu persatu warga mulai berdatangan mulai dari remaja hingga lansia menuju lokasi takjil di dekat kantor desa.

Di sana mereka langsung dites Shofiyyah Mubtadiatul Adalah, gadis 18 tahun yang merupakan hafizah Quran 30 juz. Bagi warga yang penghafal akan ditanya ayat dan surat hafalan. Sementara, sebagian warga lain membaca surat yang dihafalnya.

"Warga harus menyetorkan hafalan tadi ke pedagang. Pedangan ini yang merupakan hafizah Quran mengetes warga yang bisa membacakan ayat ataupun satu surat maka mereka tidak perlu membayar," tuturnya.

Takjil hafalan Quran ini dimulai hari 21 atau 10 hari terakhir Ramadhan. Syiar ini, lanjut Lukman, satu cara mengajak warga desa menyambut momentum Nuzulul Quran. Selain itu, berbarengan dengan Hari Pendidikan Nasional, untuk melahirkan generasi pelajar yang taat kepada Tuhan yang Maha Esa. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut