Lupa Baca Niat Puasa? Imam Maliki Anjurkan Ini
- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
“Nawaitu shouma syahri ramadhana kul’lihi Lillahi ta’ala”
Artinya : “Saya niat puasa keseluruhan pada bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala”
Singkatnya, jika kita lupa berniat puasa atau mungkin suatu waktu ketiduran kemudian tidak membaca niat puasa, maka sebenarnya puasa kita sah-sah saja karena sudah niat selama sebulan tersebut. Beda halnya jika niat dilakukan perhari, maka tidak sah puasanyanya jika tidak membaca niat.
Menariknya, pendapat soal perkara niat dari Imam Maliki ini sendiri banyak dikutip di semua kitab fiqh Imam Syafi’i.
Untuk diketahui, umumnya banyak orang membaca niat puasa ketika salat tarawih berlangsung. Apabila sudah menyelesaikan 8 atau 20 rakaat salat tarawih biasanya ditutup dengan doa kamilin (yang lazim dibaca para ulama selepas salat tarawih) yang dibacakan oleh imam lalu disambung dengan membaca niat puasa bersama-sama secara berjamaah.
Penulis : Abdulah Saputra
Muhammad Heru Hermawan
Sumber : Kitab Fiqh Klasik, Quwtul Habibil Gharib/Tausyih ‘Ala Ibn Qosim pembahasan Bab “Ahkami Shiyam” karangan Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi (Syaikh Nawawi Al-Bantani) Cetakan Darul Ilmi Surabaya, Indonesia.
