Menunda Mandi Junub Setelah Subuh saat Ramadhan, Apakah Puasa Tetap Sah? Ini Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya.
Sumber :
  • YouTube

Jakarta, VoxPop – Banyak umat Muslim masih bingung mengenai hukum menunda mandi junub hingga setelah waktu Subuh di bulan Ramadhan. Apakah kondisi tersebut membuat puasa menjadi tidak sah? Ataukah tetap diperbolehkan menurut syariat Islam?

img_title Tak Ada Keberkahan dalam Tipu Daya, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Besar Mencari Rezeki Hasil Menipu

Ulama kondang Buya Yahya memberikan penjelasan rinci agar masyarakat tidak salah paham dalam menjalankan ibadah puasa. Dalam penjelasannya, Buya Yahya terlebih dahulu meluruskan soal waktu dimulainya puasa. 

"Waktu berpuasa dimulai dari terbitnya fajar shadiq alias masuk waktu subuh hingga terbenam matahari itu waktu puasa. Jadi kalau subuh tiba, subuh sesungguhnya bukan azan. Sebab ada masjid azannya telat gak subuh sehingga masjid bukan masalah azan, azan bisa telat. Hakikat subuh terbit fajar shadiq, fajar yang yang di saat waktu subuh tiba mulai waktu puasa,” jelas Buya Yahya di YouTube Al-Bahjah TV pada Rabu, 4 Maret 2026. 

img_title Waktu Subuh Sebentar Lagi Tiba, Masih Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud? Begini Anjuran Buya Yahya

Buya Yahya menegaskan bahwa jika seseorang berhubungan suami istri di malam hari lalu belum sempat mandi junub hingga masuk waktu Subuh, puasanya tetap sah.

"Jika ada orang berhubungan suami istri di malam hari, belum sempat mandi, masuk subuh, subuh tiba, maka tetap puasa. Niat puasa dan puasanya sah. Yang nggak boleh kan berhubungan suami istri setelah subuh tiba. Adapun menunda mandi tidak menjadikan puasa tidak sah,” jelasnya lagi. 

img_title Buya Yahya Ungkap 3 Cara Allah Menjawab Doamu, Ternyata Tak Selalu Sesuai yang Diminta

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa yang membatalkan puasa adalah aktivitas setelah masuk waktu Subuh, bukan kondisi junubnya. Jadi, menunda mandi junub tidak membatalkan puasa.

Buya Yahya juga menekankan bahwa mandi besar tidak harus dilakukan langsung setelah berhubungan suami istri di malam hari. Hal ini penting diketahui, khususnya oleh para istri.

"Mandi besar itu bukan urusan bab puasa tok. Mandi besar tidak langsung, wahai ibu yang salehah. Hubungan suami istri habis isya boleh mandinya menjelang subuh. Ini harus diberitahu ilmu ini. Jadi tidak harus langsung mandi,” terang Buya. 

Menurutnya, kesalahpahaman soal kewajiban mandi langsung sering membuat sebagian istri enggan melayani suami karena merasa harus mandi saat itu juga, apalagi jika cuaca dingin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut