Ini Bekal Menuju 10 Akhir Bulan Ramadhan dari Buya Yahya, Bukan Hanya Ibadah tapi Jauhi Dosa dan Bertubat
- Istimewa
“Dan setelah seorang menyadari bahwa dirinya banyak dosa, baru setelah itu akan muncul penyesalan di dalam hatinya. Dan kalau ada penyesalan baru itu disebut tobat,” ucapnya lagi.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya juga menyoroti salah satu pintu maksiat yang sering diremehkan, yaitu pandangan mata. Ia mengingatkan bahwa di era digital saat ini, godaan untuk melihat hal-hal yang tidak pantas semakin mudah.
“Maka dari itu ayo kita sadar semuanya ingat Allah Tuhanmu melihatmu. Di mana pun kita berada Allah melihat kita,” tutur Buya.
Ia mengingatkan bahwa seseorang tidak bisa menyembunyikan perbuatannya dari Allah, meskipun orang lain tidak mengetahuinya.
“Dan memang istri kita tidak tahu, suami tidak tahu, anak tidak tahu, orang tua tidak tahu, guru tidak tahu. Tapi Allah jalla jalaluhu tidak tidur. Allah melihat itu semuanya,” tuturnya lagi.
Selain dosa pribadi, Buya Yahya juga menyoroti pentingnya memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Ia menegaskan bahwa ibadah yang banyak tidak akan berarti jika seseorang masih menyakiti orang lain, terutama keluarga.
Ia mengingatkan bahwa hubungan dengan orang tua, saudara, pasangan, hingga orang-orang yang memiliki hak kepada kita harus dijaga dengan baik.
Bahkan menurutnya, seseorang bisa saja terlihat saleh di depan orang lain, tetapi sebenarnya masih memiliki masalah besar dalam hubungan sosialnya.
Meski banyak manusia memiliki dosa, Buya Yahya menegaskan bahwa pintu taubat selalu terbuka. Allah Maha Pengampun bagi siapa saja yang benar-benar ingin berubah. Ia mengingatkan bahwa taubat yang tulus dapat menghapus dosa-dosa masa lalu.
“Dan ingat, jangan ragu dengan Allah. Allah maha pengampun,” tandasnya.
Karena itu, ia mengajak umat Islam memanfaatkan sisa waktu Ramadan, terutama menjelang 10 hari terakhir Ramadan, untuk memperbanyak renungan, memperbaiki diri, dan memohon ampun kepada Allah. Menurut Buya, tidak ada kata terlambat untuk berubah selama seseorang masih memiliki kesempatan hidup.
