Calon Belum Siap Mental dan Finansial, Haruskah Lamaran Ditolak? Ini Penjelasan Buya Yahya

Ulama Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

“Pada dasarnya semua orang itu akan makan. Mau tidak mau akan makan. Nikah makan, nggak nikah tetap makan,” terang Buya. 

img_title Ramai soal Gunung Kawi, Buya Yahya Ungkap 'Pesugihan Putih' yang Tak Perlu Ritual Mistis

Buya Yahya juga menyoroti bahwa kebimbangan sering kali bukan karena calon pasangan, tetapi karena keraguan dalam diri sendiri. Seseorang yang ragu biasanya akan mencari alasan untuk mundur.

“Ini sebenarnya orang bimbang biasanya itu Anda ini punya masalah dalam diri Anda sehingga Anda pengin banyak beralasan untuk mundur,” terangnya lagi. 

img_title Lagi Ramai soal Pesugihan, Benarkah yang Melakukannya Jadi Budak Jin Setelah Meninggal? Ini Penjelasan Buya Yahya

Ia mencontohkan bagaimana seseorang terus mencari kekurangan dari calon pasangan, padahal sebenarnya hanya ingin menghindar dari keputusan.

Pada akhirnya, Buya Yahya menegaskan bahwa jika calon pasangan sudah dianggap layak, maka tidak perlu terus diliputi keraguan. Langkah selanjutnya adalah memantapkan hati dan melakukan istikharah.

img_title Orang Mampu Meninggal Sebelum Haji, Apakah Ahli Waris Wajib Membiayai Badal Haji?

“Yang penting dia layak selesai. Nanti kalau sudah jadi pernikahan ya akan tumbuh cinta,” tandasnya. 

Ia juga menambahkan bahwa selama calon tersebut memiliki akhlak baik, taat beragama, dan mampu menjadi pendamping, maka itu sudah cukup menjadi dasar untuk melangkah.

Ilustrasi Uang

Tak Ada Keberkahan dalam Tipu Daya, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Besar Mencari Rezeki Hasil Menipu

Untuk menjemput rezeki tersebut, manusia berkewajiban berikhtiar diiringi dengan doa. Namun perlu hati-hati dalam mencari nafkah agar tidak terjebak penipuan

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut