Calon Belum Siap Mental dan Finansial, Haruskah Lamaran Ditolak? Ini Penjelasan Buya Yahya
- Yeni Lestari/VoxPop
“Pada dasarnya semua orang itu akan makan. Mau tidak mau akan makan. Nikah makan, nggak nikah tetap makan,” terang Buya.
Buya Yahya juga menyoroti bahwa kebimbangan sering kali bukan karena calon pasangan, tetapi karena keraguan dalam diri sendiri. Seseorang yang ragu biasanya akan mencari alasan untuk mundur.
“Ini sebenarnya orang bimbang biasanya itu Anda ini punya masalah dalam diri Anda sehingga Anda pengin banyak beralasan untuk mundur,” terangnya lagi.
Ia mencontohkan bagaimana seseorang terus mencari kekurangan dari calon pasangan, padahal sebenarnya hanya ingin menghindar dari keputusan.
Pada akhirnya, Buya Yahya menegaskan bahwa jika calon pasangan sudah dianggap layak, maka tidak perlu terus diliputi keraguan. Langkah selanjutnya adalah memantapkan hati dan melakukan istikharah.
“Yang penting dia layak selesai. Nanti kalau sudah jadi pernikahan ya akan tumbuh cinta,” tandasnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama calon tersebut memiliki akhlak baik, taat beragama, dan mampu menjadi pendamping, maka itu sudah cukup menjadi dasar untuk melangkah.
