Jemaah Calon Haji RI yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Wafat di Makkah

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah Moh. Hasan Afandi
Sumber :
  • ANTARA/HO-Kemenhaj

Makkah, VoxPop – Calon haji Indonesia asal embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 27 Muhammad Firdaus yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam keadaan wafat di Kota Makkah.

img_title Komisi VIII DPR Usul Kementerian Haji Bentuk Badan Layanan Umum untuk Kelola Asrama Haji

"Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah Moh. Hasan Afandi di Makkah, Jumat.

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Firdaus.

img_title Bank Mega Syariah Serahkan Grand Prize Voucher Haji Khusus Senilai Rp 245 Juta

"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Hasan.

Hasan menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.

img_title Menhaj: Jumlah Antrean Haji Capai 5,8 Juta Orang, Tiap Tahun Terus Bertambah

Ia menegaskan, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.

"Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," kata Hasan.

Pada kesempatan tersebut, Hasan juga mengajak seluruh jamaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian satu sama lain, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Menurutnya, setiap jemaah dan petugas perlu lebih peka apabila melihat anggota jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.

“Bila melihat anggota jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” ujar Hasan.

Hasan mengingatkan agar tidak membiarkan jamaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, khususnya jemaah yang membutuhkan perhatian lebih. Kepedulian antarsesama dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut