Jamuan Makan Malam Chef Bintang pasca Nonton Film Berlinale
- Zhao Wei Films/ Wild Orange Artists
Ramen Teh
Seorang chef muda Jepang Masamoto, memulai perjalanan kulinernya setelah kepergian ayahnya yang juga pemilik warung mie Ramen. Lewat sosial media, ia berkenalan dengan seorang blogger kuliner Miki (yang diperankan bintang pop Jepang Seiko Matsuda). Dibantu Miki, Masamoto berkeliling Singapura untuk mencicipi kuliner khas kota itu, juga pengetahuan tentang bumbu bumbu untuk penganan Cina. Dari warung hingga restoran kelas bintang. Ia pun mendapat kesempatan mendapat ilmu memasak dari chef Jepang yang tinggal lama di Singapura.
Tetapi Masato juga punya sebuah pertanyaan besar mengapa ia ditolak oleh nenek dari almarhum ibunya yang juga tinggal di Singapura. Sebuah film rekonsiliasi dari luka pendudukan Jepang perang dunia kedua dengan happy ending yang apik. Mungkin Culinary Cinema ini satu satunya kategori film di Berlinale yang membuat perut penontonnya lapar dengan hati bahagia ketika keluar bioskop.
Di penghujung pemutaran film di bioskop Imax, sutradara Singapura Eric Khoo menyatakan kegembiraanya hadir kembali di Berlinale. Ini merupakan ketiga kali film karyanya diputar di Berlinale. Ia mengakui bahwa sebelum menuliskan script film tersebut, ia berkonsultasi dengan para chef ramen dan penganan cina untuk membuat sebuah resep kolaburasi Jepang dan Cina terutama Ramen dan Bakut Teh. Ternyata ia dan seorang konsultan kuliner Jason Lim berhasil melahirkan gabungan keduanya dengan cita rasa yang baik, dinamakan Ramen Teh.
Tak heran bila para pemilik restoran, chef dan juru masak di film itu di kehidupan aslinya adalah para chef asli Jepand dan Singapura yang memiliki sejumlah restoran. Film ini akan diputar di Singapura pada bulan Maret.
