Dispatch Ungkap Chat Ahn Jae Hyun-Goo Hye Sun, Ini Transkip Lengkapnya
- Allkpop
28 Juli 2019
G: Ayo ngobrol soal perceraian. Telepon aku. Aku berubah pikiran. Aku sudah yakin, jadi telepon aku.
A: Aku akan telepon kalau sudah sampai rumah. Aku lagi pergi.
G: Oke. Jangan hiraukan semua perkataan aku saat aku lagi marah atau mabuk. Aku sangat berterima kasih, minta maaf dan pernah mencintaimu. Aku akan mengosongkan rumah secepat mungkin. Terima kasih telah mengizinkanku tinggal di sana.
A: Aku juga pernah sangat mencintaimu. Enggak perlu buru-buru mengosongkan rumah.
G: Enggak kok, itu butuh seminggu. Aku akan cepat-cepat mengosongkannya, supaya aku lebih tenang. Aku merasa seperti janda di sini.
A: Pindahlah kapan pun kamu mau.
G: Oke. Aku akan melakukannya seperti yang kamu minta. Aku menghargai keputusanmu. Sisanya terserah padaku. Aku bisa melakukannya dengan baik. Tetaplah kuat.
A: Kamu juga. Tetaplah kuat! Terima kasih.
29 Juli 2019
G: Pertama, kita harus mengeluarkan pernyataan berbunyi 'Ahn Jae Hyun ingin cerai karena masalah dalam pernikahan dan aku menghargai keputusannya'. Dan kamu harus memberikan aku uang perceraian karena aku enggak mau cerai. Akan sulit bagiku melakukan comeback sementara waktu. Berapa uang yang kamu pikirkan?
G: Aku ingin kamu tahu alasannya. Aku harus kasih tau kamu.
G: Orang bilang kamu akan sulit mencari pekerjaan selanjutnya. Perceraian akan menyulitkanku dalam mencari kerja. Siapa yang mau aku bekerja untuk mereka?
G: Kontribusi pernikahan 30 juta Won
Katering pernikahan 1,5 juta Won
Interior apartemen Geumho-dong 28 juta Won
Interior apartemen Yongin 8 juta Won
Interior apartemen Geumho-dong 10 juta Won
Pekerjaan rumah 29,2 juta Won
G: Kita menikah selama 3 tahun. Aku hanya akan mengkalkulasikan 2 tahun pekerjaan rumah dengan upah 40 ribu Won per hari. Termasuk mengurus kucing-kucing dan biaya lain. Pembelian furnitur, biaya hidup, makan, makan di luar, semuanya aku jadikan pengecualian. Aku juga tidak menyertakan mesin cuci, lemari es dan AC ibu. Jadi totalnya 106,7 juta Won, dikurang 20 juta Won yang waktu itu aku pinjam. Jadi semuanya 86,7 juta Won.
G: Kapan aku bisa mendapatkan uangnya?
A: Aku akan berikan padamu besok.
G: Oke.
A: Aku mengerti. Itu adalah jumlah yang bisa aku berikan padamu.
G: Oke. Aku akan mengurus barang-barangku dan pindah pada 5 Agustus. Anjoo aku tinggal ya.
A: Kamu mau pergi ke mana?
G: Enggak tahu. Enggak penting lah.
A: Maafkan aku, aku mengerti.
G: Enggak ada gunanya karena aku akan kesal melihat semua berita buruk. Aku akan memberikan pernyataan 'Pernikahan kami sangat berharga dan momen yang aku syukuri'.
A: Oke.
G: Berbahagialah. Jangan sedih. Kamu harus kuat dan bahagia.
A: Dasar bodoh... Aku minta maaf.
G: Kenapa minta maaf? Aku yang harusnya minta maaf.
A: Kamu bisa membeli rumah?
G: Aku harus membeli rumah.
G: Pasti sulit bagimu aku pergi dari rumah. Maafkan aku.
A: Rekeningku sekarang minus. Masih bisa minus lagi sih. Kamu mau 100 juta Won?
G: Aku ingin kamu bahagia. Kamu lebih bodoh. Sudahlah. Enggak apa-apa.
A: Ini menyakitkan. Maafkan aku.
G: Aku juga. Ini menyakitkan.
A: Aku enggak bisa menjadi dewasa. Maafkan aku.
G: Aku juga. Maaf aku introvert. Hatiku sangat sakit. Aku pikir aku bisa membuatmu kembali kalau aku melakukannya dengan baik. Aku menunggu dan menunggu, tapi kamu enggak pulang.
A: Iya, kita punya banyak memori indah, tapi ada juga banyak memori menyakitkan. Jadi aku lagu-lagumu. Berbahagialah.
G: Aku enggak mau cerai.
A: Kenapa berubah pikiran? Aku enggak mau depresi lagi. Aku mau cerai.
G: Kamu memang selalu depresi. Itu bukan karena aku. Hidup kamu yang bikin kamu depresi. Bukan salah aku.
G: Aku enggak mau cerai. Aku selalu hidup begini.
A: Aku yang depresi. Aku enggak mau kamu bertanggung jawab untuk itu.
G: Tapi yang terus aku dengar adalah kalau itu salah aku. Sembuhkan depresi kamu.
A: Lepaskan aku. Aku akan hidup sendiri.
