Cerita Alitt Susanto Haus Kasih Sayang

Alitt Susanto
Sumber :
  • YouTube Andhika Pratama

VoxPop – Alitt Susanto penulis buku Shitlicious dan Skripshit menceritakan momen yang membuatnya bisa berubah. Kecelakaan yang dialaminya pada tahun 2003 lalu membuat Alitt mulai berubah. 

img_title Penulis Alitt Susanto Merasa Dibohongi Fico Fachriza, Pinjam Uang Buat Biaya Pengobatan Ayah Tirinya

Alitt yang dulunya menggunakan logika dalam setiap kesehariannya akhirnya berubah setelah kecelakaan itu. 

"Iya kecelakaan, secara fisik, mental, dan juga IQ. Kecelakaan mengubah gua karena dulu gua logis banget senang matematika, bahkan belajar programing iseng-iseng. Abis kecelakaan gua enggak, gak suka angka sama sekali," kata Alit dalam video di kanal YouTube Andhika Pratama dikutip, Jumat, 6 November 2020.

img_title Pengalaman Alitt Susanto Mati Suri, Hingga Gaya Seks Laba-laba

Alitt menceritakan jika sejak kecil ia sudah kehilangan sosok orang tua. Perceraian orangtuanya membuat Alitt kehilangan kasih sayang itu sejak usia 4 tahun. 

"Aku kecil tuh logis banget dan suka banget belajar aku selalu juara dua satu dua satu. Jeleknya aku mikirnya cepat aku dapet juara bawa pulang ke rumah. Terus yang kesalnya tuh di sekolah kalau juara itu dipanggil ke podium nah biasanya mereka ditemani orang tua. Nah aku gak ada siapa-siapa kadang minta temenin orang tua temen aku," ucapnya. 

img_title Pengalaman Mati Suri Alitt Susanto Bertemu Penjaga Pintu Besar

Kehilangan masa kecil yang menyenangkan membuat Alitt menjadi gampang marah. Ia selalu kesal saat melihat keluarga yang bahagia. 

"Lama-lama aku mikir jadi anak baik gak pernah diapresiasi apapun. Mama pun karena belum ada telepon jadi berkomunikasi lewat surat itu pun lama banget. Aku triggernya kalau aku liat keluarga bahagia pingin ngamuk. Anak di ayun-ayunan di dorong bapaknya kesel banget. Aku sebenernya di harapin gak sih," ucapnya. 

Sejak masuk STM, Alitt mulai berubah menjadi nakal. Ia melakukan hal itu hanya untuk membuat orang tuanya memperhatikannya. Sayangnya meski sudah sering mabuk-mabukan orang tuanya tetap terkesan cuek. 

"Kenapa aku pricing waktu itu karena mama masih pulang aku berharap dipanggil guru. Dikasih tahu Alit ini sebenarnya berprestasi tapi sayang kenapa anting-antingan ya. Aku berharap abis itu dimarahin. Ternyata enggak jawab gurunya cuma namanya anak muda nanti kalau bosen juga dilepas," katanya. 

Bahkan pada momen itu, Alitt menganggap menyakiti orang tuanya hingga marah ataupun menangis adalah hal yang menyenangkan karena ia bisa mendapatkan perhatian itu. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut