Farhat Abbas Kelakar Lagi, Bilang Denny Sumargo Gak Bakal Salurkan Uang Agus Salim ke NTT
- Istimewa
NTT, VoxPop – Kisruh uang donasi Agus Salim hampir mencapai titik terang, di mana pihak Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan yang dulunya diketuai oleh Pratiwi Noviyanthi sebagai penggalang donasi sudah memutuskan akan mengalihkan uang tersebut kepada korban bencana alam Gunung Lewotobi, di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini juga didukung oleh Denny Sumargo selaku pihak yang telah memberikan ruang pada netizen untuk menyalurkan bantuan kepada Agus Salim.
Tetapi di sisi lain, pihak Agus Salim tidak terima dan menolak keputusan tersebut. Mereka masih merasa berhak atas uang donasi itu dan mengaku akan terus memperjuangkannya. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Farhat Abbas selaku pengacara Agus Salim pun menantang apakah Denny Sumargo dan Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, Garry Julian, bisa benar-benar menyalurkan uang tersebut ke masyarakat NTT.
"Dalam waktu tiga hari saya tunggu ya, sampai nggak itu uang ke NTT dan orang NTT terima nggak itu uang. Tidak akan diterima dan tidak akan dikasihkan, saya berani taruhan," kata Farhat Abbas, mengutip video TikTok @dco25, Kamis 9 Januari 2025.
Farhat Abbas
- Istimewa
Farhat Abbas berani mempertaruhkan nama besarnya dan orang-orang yang terlibat dalam masalah donasi Agus Salim ini. Menurutnya, pihak Denny Sumargo dan yayasan penggalang donasi itu terlalu berani mengambil langkah untuk menyalurkan uang sebesar Rp1,3 miliar tersebut kepada orang lain.
Apalagi, mereka mengumumkan keputusan itu lewat podcast di mana semua orang bisa menonton kapan saja. Oleh karena itu, Farhat Abbas menantang pihak lawan untuk benar-benar menunjukkan ke mana aliran uang donasi tersebut.
"Saya pertaruhkan nama besar orang-orang ini. Kalian sudah podcast terang-terangan akan menyerahkan uang itu, kasih beneran. Jangan nggak ya," kata Farhat Abbas.
Menurut pendapat Farhat Abbas, Denny Sumargo dan pihak yayasan tidak akan berani memberikan uang itu kepada masyarakat NTT. Begitu juga masyarakat di sana yang diyakini tidak akan mau menerima bantuan uang tersebut.
Farhat Abbas menilai uang itu sebagai hak Agus Salim, maka seharusnya masyarakat NTT enggan menerimanya.
