Alami Borderline Personality Disorder, Ariel Tatum Akui Baru Merasakan Hidupnya 3 Tahun Terakhir Ini

Ariel Tatum
Sumber :
  • instagram Ariel Tatum

VoxPop – Ariel Tatum menjadi salah satu publik figur yang menyuarakan tentang pentingnya peduli kesehatan mental. Ariel Tatum sendiri mengaku sempat mengalami masalah kesehatan mental beberapa tahun belakangan ini.

img_title Viral! Puisi Ariel Tatum Soal Vonis Nadiem Makarim: Semoga, Sudah Dekat Tujuan Itu

Aktris cantik itu pun mengungkap didiagnosa borderline personality disorder saat remaja. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Borderline personality disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi, hubungan intrapersonal yang intens tetapi sering bermasalah, citra diri yang tidak konsisten dan implusivitas yang ekstrem.

img_title Dua Calon Jemaah Haji Asal Sumut Dipulangkan ke Daerah Asal Gara-gara Pikun

Ariel Tatum

Photo :

“Jadi waktu kecil itu aku didiagnosa, waktu aku remaja aku didiagnosa borderline personality disorder.  Jadi emm ada dua, jadi kita enggak usah indeep ke situ. Memang itu salah satu gangguan kejiwaan yang cukup kompleks gitu dan proses pemulihannya lama dan harus terus menerus dijalin segala terapinya,” ungkap Ariel Tatum, dikutip dari tayangan Podcast Denny Sumargo.

img_title Industri Pendidikan Dinilai Perlu Kedepankan Kesejahteraan Emosional Murid

Lebih lanjut diungkap Ariel Tatum, saat ini dirinya sendiri sudah tidak mengonsummsi obat yang diresepkan oleh psikiaternya.

Namun demikian, masih ada banyak hal yang perlu dilakukannya untuk tetap bisa mengotrol emosinya.

“Setelah aku enggak minum obat dari psikater pun sampai detik ini masih banyak hal yang aku lakukan.Kalau bicara pemulihan itu bukan suatu hal yang linear, 'oh kita sudah membaik terus kita ke atas' itu naik turun, balik lagi ke belakang. Jadi ya harus dimaintance,” ujar Ariel.

Ariel Tatum

Photo :
  • VoxPop/Wahyu Firmansyah

Ada banyak hal yang dirasakannya selama didiagnosis dengan borderline personality disorder itu. Salah satunya adalah perasaan sabotease dari dirinya sendiri.

Namun untungnya adanya bantuan dan support dari orang-orang terdekat dan konseling yang dijalaninya dia bisa mengontrol emosinya saat ini.

“Ya banyak hal-hal yang aku rasa ya disabotase diri sendiri. Pada saat itu ya (tidak bisa dikontrol) sekarang enggak, dengan banyak bantuan dan support dari orang tersayang aku,” ucap Ariel Tatum.

“Dan upaya yang tak henti-henti seumur hidup. Waktu 13 tahun aku sadar sendiri, terus orang di sekitar aku juga sadar. Habis orang tua aku ngebantu juga dan ever sinde emang dapat constant love and support juga,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut